Type to search

Baru Kerja Sebulan, MA Kabulkan Gugatan Uang Pesangon

Share

buruh-online, Bengkulu – Tersebut-lah nama Arlisandi Saputra, dkk (10 orang), pekerja yang mengaku bekerja dan dipekerjakan PT Pacific Indobara, yang berkantor pusat di Jalan Kuningan Raya, Komplek Kuningan City AXA Building Lantai 39, Jakarta Pusat.

Kesepuluh pekerja yang masing-masing tinggal di Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Bengkulu ini, baru dipekerjakan pada bulan Januari 2013 tanpa adanya perjanjian kerja. Alih-alih membayar penuh upah pekerjanya pada akhir bulan, malah PT Pacific Indobara tidak lagi mempekerjakan Arlisandi, dkk sejak bulan Februari 2013.

Meskipun baru kerja hanya satu bulan, tetapi karena merasa sudah melakukan pekerjaan menambang pasir dan hanya dibayar Rp.511 ribu, ditambah lagi dengan diakhiri hubungan kerja, membuat Arlisandi bersama kesembilan rekan-rekannya, mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bengkulu, dengan tuntutan upah dan uang kompensasi pesangon kurang lebih sebesar Rp.120 juta.

Mendapatkan gugatan dari Arlisandi dkk, PT Pacific Indobara mengajukan keberatan, karena gugatan Arlisandi ditujukan pada Pengadilan Negeri Bengkulu, yang seharusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tempat keberadaan perusahaan yang kedudukan hukumnya di Jakarta. 

Selain itu, PT Pacific Indobara juga mendalilkan, hubungan kerja antara Arlisandi dkk adalah dengan PT Faminglevto Baktiabadi. Sehingga, seharusnya Arlisandi menggugat PT Faminglevto, dan bukan PT Pacific Indobara yang tidak ada hubungan kerja dengan Arlisandi, dkk-nya.

Atas gugatan Arlisandi, PHI Bengkulu menjatuhkan putusan Nomor 02/PHI.G/2013/PN.BKL tanggal 1 November 2013, yang menyatakan gugatan Arlisandi Saputra, dkk (10 orang) tidak dapat diterima. PHI Bengkulu beralasan, bahwa tidak terdapat bukti adanya hubungan kerja yang terdiri dari unsur pekerjaan, upah dan perintah.

Tak puas dengan putusan PHI Bengkulu, Arlisandi mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 13 November 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 03/KAS/PHI.G/2013/PHI.BKL. yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 25 November 2013.

Arlisandi keberatan, jika dianggap oleh PHI Bengkulu tidak ada unsur hubungan kerja yang diantaranya upah, karena PT Pacific Indobara pernah memberikan upah meskipun tidak penuh pada bulan Januari 2013. Dan menurut Arlisandi, tidak adanya perjanjian kerja, bukanlah sebagai kesalahan pekerja tetapi hal tersebut merupakan kewajiban pengusaha yang sengaja tidak dipenuhi.

Dalam pertimbangan hukum yang tertuang di putusan Nomor 230 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 5 Juni 2014, Mahkamah Agung berpendapat bahwa sejak bulan Januari 2013 sampai dengan gugatan diajukan tanggal 11 Juni 2013, perusahaan tidak dapat membuktikan telah membayar upah, sehingga terbukti PT Pacific Indobara tidak membayar upah selama lebih 3 (tiga) bulan berturut-turut.

Oleh karenanya, Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung yang memeriksa perkara tersebut, berkesimpulan hubungan kerja antara PT Pacific Indobara dan Arlisandi Saputra, dkk (10 orang) putus sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 169 ayat (1.c) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, dan Arlisandi berhak atas uang pesangon yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.39,6 juta.

(forward buruh-online.com : 28/8/2014)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *