Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
77

Buruh Ajukan Kasasi, PT Avia Avian Tetap Bayar Pesangon

buruh-online.com, Surabaya : Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 338 K/Pdt.Sus.PHI/2013 tanggal 31 Juli 2013, yang Majelis Hakim Kasasinya diketuai oleh H. Yulius, SH. MH., menolak permohonan kasasi dari Suhardi Wibowo, dkk (27 orang), dan menguatkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 94/G/2012/PHI.SBY. tanggal 21 Januari 2013, yang amarnya menghukum PT Avia Avian untuk membayar pesangon 2 kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak sesuai ketentuan pasal 156 ayat (3) dan ayat (4) Undang-undang Nomor 13 tahun 2003, serta upah skorsing selama 6 (enam) bulan, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp 652.397.345,-.

Suhardi, dkk dalam gugatannya, meminta kepada Majelis Hakim PHI Surabaya, untuk menetapkan putusan sela berupa upah selama skorsing sejak 16 Maret 2009 hingga akhir tahun 2012 atau lebih dari 40 bulan. Akan tetapi, Majelis Hakim PHI Surabaya berpendapat, permohonan putusan sela Suhardi, dkk masih memerlukan proses pembuktian lebih lanjut berdasarkan ketentuan Pasal 57 Undang-Undang No. 2 Tahun 2004 Jo. Pasal 163 HIR Jo. Pasal 1865 & 1866 KUH Perdata maka Majelis Hakim berpendapat bahwa permohonan tersebut erat kaitannya dengan pokok perkara, sehingga permohonan provisi tidak dapat diterima.

Selain itu, Suhardi, dkk juga menuntut agar PT Avia Avian yang beralamat di di Jalan Raya Surabaya – Sidoarjo, Km. 19, Desa Wadungasih, Kecamatan Burduran, Kabupaten Sidoarjo, dihukum untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun 2009, 2010, 2011 dan tahun 2012. Namun Majelis Hakim PHI Surabaya berpendapat berdasarkan Pasal 1 huruf e Permenaker No.Per-04/Men/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja di perusahaan, dikarenakan tidak ada kejelasan yang menjelaskan lebih lanjut tentang Hari Raya Keagamaan yang dimaksud dalam gugatan Suhardi, dkk, apakah Idul Fitri, Natal, Nyepi atau Waisak, sehingga tuntutan Suhardi, dkk tentang pembayaran tunjangan hari raya keagamaan tidak dapat diterima.

(forward buruh-online.com : 17/7/2014)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of