Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
125

Dituduh Melakukan Kesalahan Berat, Pegawai Gereja Ajukan Gugatan

buruh-online, Medan – Rasidin Rajagukguk yang telah bekerja sejak tanggal 1 Agustus 1986 di Kantor Pusat Gereja Kristen Protestan Indonesia, yang berkedudukan di Jalan Kapten M.H. Sitorus, Nomor 13 Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, mengajukan gugatan ke persidangan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan.

Rasidin keberatan atas tuduhan pihak pengurus Gereja, yang menganggapnya telah melakukan kesahan berat berupa melakukan mark up biaya pengobatan. Sedangkan menurut Rasidin, anaknya diduga terserang penyakit demam berdarah, sehingga perlu mendapat perobatan dan perawatan serius. Maka untuk kepentingan biaya perobatan dokter, perawatan jalan dan keperluan lainnya sampai tuntas, Rasidin membuat estimasi/prakiraan biaya sementara yang diperlukan dengan mengingat ketidakmampuan Rasidin dalam membiayai perobatan kedepannya.

Dengan dalih tersebut, Rasidin mendaftarkan gugatannya ke PHI Medan yang diregister dengan Nomor 15/G/2013/PHI.Mdn. Atas gugatan tersebut, pihak pengurus Gereja beralasan, bahwa Gereja Kristen Protestan Indonesia adalah organisasi berbadan hukum yang merupakan organisasi keagamaan, bukan organisasi badan hukum perusahaan atau industri pada umumnya. 

Dan dalam menjalankan tujuan dan fungsi, Gereja Kristen Protestan Indonesia mempekerjakan banyak orang dalam tugas dan fungsi yang berbeda-beda, yang keseluruhannya adalah berlandaskan keagamaan, bukan atas dasar hubungan industrial. Serta, Pimpinan Pusat Gereja Kristen Protestan Indonesia yang berwenang mengangkat dan memberhentikan pekerja di lingkungan Gereja tidaklah layak atau sama dengan Pengusaha yang menjalankan suatu perusahaan.

Setelah melalui proses jawab menjawab, PHI Medan mempertimbangkan alasan-alasan atas tuntutan Rasidin Rajagukguk yang masih berkeinginan untuk bekerja kembali di Gereja Kristen Protestan Indonesia. Namun, keinginan Rasidin tidak selaras dengan pertimbangan Majelis Hakim PHI Medan, yang sependapat dengan dugaan pihak Gereja Kristen Protestan Indonesia atas kesalahan berat yang dilakukan oleh Rasidin.

PHI Medan dalam putusannya Nomor 15/G/2013/PHI.Mdn tanggal 30 Mei 2013, menyatakan sah pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat Gereja Kristen Protestan Indonesia terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2012, dan mewajibkan Gereja Kristen Protestan Indonesia untuk membayar hak-hak Rasidin Rajagukguk sebesar Rp.17,5 juta.

Atas putusan PHI Medan, Rasidin mengajukan keberatan ke Mahkamah Agung sekaligus mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 11 Juni 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 24/Kas/2013/PHI.Mdn jo Nomor 15/G/2013/PHI.Mdn yang disertai dengan memori kasasi tanggal 24 Juni 2013.

Rasidin dalam memori kasasinya, salah satunya keberatan atas keberadaan salah seorang Hakim Anggota (Ad Hoc) yang memeriksa dan mengadili perkaranya, yang bernama Benri Sitinjak, S.Si., S.H., M.H., yang merupakan Anggota Jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia Koserna Resort Padang Bulan II – Medan, sedangkan yang menjadi pihak lawan adalah Pimpinan Pusat Gereja Kristen Protestan Indonesia. 

Seharusnya Benri Sitinjak S.Si., S.H., M.H., mengundurkan diri sejak awal persidangan karena secara hukum, seorang Hakim wajib mengundurkan diri dari persidangan apabila ia mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung dengan perkara yang sedang diperiksa, guna menghindari terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest) dalam memeriksa dan mengadili perkara dan agar perkaranya dapat diperiksa dan diadili secara objektif/tidak berpihak.

Namun, Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung berpendapat sama dengan PHI Medan, bahwa alasan-alasan kasasi dari Rasidin Rajagukguk tidak dapat dibenarkan, oleh karena PHI Medan telah tepat dan benar dalam memeriksa, menimbang dan menerapkan hukum.

Berdasarkan putusan Nomor 613 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 11 Februari 2014, Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dari Rasidin Rajagukguk.

(forward buruh-online.com : 27/8/2014)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of