Type to search

Gugatan Perlawanan Ditolak, Keken Cs Tidak Terbukti Mangkir

Share

 

buruh-online, Bandung : Bermula dari pemutusan hubungan kerja (PHK) se-pihak tanggal 21 Desember 2012, terhadap Keken, Cs (8 orang) yang dilakukan oleh PT Karya Bahana Berlian, yang beralamat di Jl. Karya Logam, Kp. Legon, Desa Jatimulya, Tambun, Kabupaten Bekasi, kini berujung di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung.

Keken, Cs dianggap telah mengundurkan diri, karena tidak masuk bekerja selama lebih dari 5 (lima) hari berturut-turut sejak tanggal 7 Desember 2012, sedangkan perusahaan yang bergerak dibidang jok mobil tersebut telah memanggil secara tertulis ke alamat Keken, Cs pada tanggal 14 Desember 2012 dan tanggal 19 Desember 2012.

Kuasa Hukum Keken, Cs, Muhammad Hafidz mengatakan, bahwa pemanggilan kembali bekerja yang dilakukan oleh perusahaan tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 6 ayat (2) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 232/Men/2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja Tidak Sah, karena panggilan yang dilakukan hanya dalam tenggang waktu 5 (lima) hari, sedangkan perintah ketentuan Kepmenakertrans mengatur tenggang waktu pemanggilan untuk bekerja karena mogok kerja tidak sah dari panggilan pertama ke panggilan kedua adalah selama 7 (tujuh) hari. 

Berikut kami kutip bunyi ketentuan Pasal 6 ayat (2) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 232/Men/2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja Tidak Sah :

Pemanggilan untuk kembali bekerja bagi pelaku mogok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh pengusaha 2 kali berturut-turut dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari dalam bentuk pemanggilan secara patut dan tertulis“.

Pendapat tersebut diatas, diaminkan oleh PHI Bandung, dalam putusannya Nomor 01/PLW/G/2014/PHI/PN.Bdg tanggal 7 Juli 2014, yang menolak gugatan perlawanan dari PT Karya Bahana Berlian untuk menyatakan putus hubungan kerja dengan Keken, Cs karena dikualifikasikan mengundurkan diri karena mangkir.

Atas pendapat tersebut, PHI Bandung menghukum PT Karya Bahana Berlian untuk membayar uang pesangon kepada Keken, Cs sebesar 88,4 juta, dan menolak perlawanan serta menyatakan PT Karya Bahana Berlian sebagai Pelawan yang tidak benar.

Keken, Cs melalui sambungan telepon, menyatakan sedang mempersiapkan pelaksanaan eksekusi bersama kuasa hukumnya atas putusan PHI Bandung, karena perusahaan tidak ajukan kasasi dan waktu untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung telah berakhir tanggal 25 Juli 2014 lalu. (/Sol)

(forward buruh-online.com : 9/8/2014)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *