Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
113

Kesepakatan Bersama Hilangkan Masa Kerja Karyawan Kontrak

 

buruh-online, Surabaya : Kesepakatan Bersama tanggal 3 Februari 2012, yang dibuat bersama antara pekerja dengan PT International Packaging Manufacturing, telah menghilangkan masa kerja Khusnul Doni, dkk (10 orang), karena penetapan status hubungan kerja pekerja yang semula karyawan perjanjian kerja waktu tertentu (kontrak) menjadi karyawan tetap baru dihitung sejak tanggal 1 Februari 2012.

Penghilangan masa kerja tersebut, terjadi saat PT International mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja Khusnul Doni, dkk di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya dengan perkara Nomor 120/G/2012/PHI.Sby.

PT International melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Khusnul Doni, dkk terhitung sejak bulan Maret 2012, karena pengurangan jumlah tenaga kerja yang semula sebanyak 75 orang, akibat kondisi dan perkembangan perusahaan terakhir yang dirasakan kurang menguntungkan dan tidak stabil sebagai akibat dari ketatnya persaingan usaha yang semakin kompetitif diantara perusahaan-perusahaan jasa cetak yang terus tumbuh subur dalam membuat persaingan terbuka untuk saling menguasai konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam putusannya, tanggal 23 April 2013, PHI Surabaya menghukum PT International untuk membayar uang pesangon kepada Khusnul Doni, dkk dengan perhitungan uang pesangon berdasarkan masa kerja saat pertama kali bekerja, bukan sejak dibuat dan ditanda-tanganinya Kesepakatan Bersama tanggal 3 Februari 2012.

Atas putusan PHI Surabaya, PT International mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 4 Juni 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 40/Akta.Ks/2013/PHI.Sby. Jo. 120/G/2012/PHI.Sby., permohonan tersebut disertai dengan memori kasasi yang diterima pada tanggal 17 Juni 2013. 

Dalam memori kasasinya, PT International keberatan dengan putusan PHI Surabaya yang menetapkan masa kerja Khusnul Doni, dkk sebagai perhitungan uang pesangon sejak pertama kali bekerja, karena adanya Kesepakatan Bersama yang sudah ditanda tangani para pihak pada tanggal 3 Februari 2012 dan surat keputusan No. SK/001/I/IPM/2012, tanggal 4 Januari 2012 tentang surat keputusan pengangkatan karyawan tetap.

Atas keberatan PT International tersebut, Mahkamah Agung sependapat bahwa dalam menetapkan masa kerja Khusnul Doni, dkk sebagai pekerja tetap, seharusnya didasarkan sejak disepakati Perjanjian Bersama antara PT International dengan Khusnul Doni, dkk pada tanggal 3 Februari 2012 mengenai status Khusnul Doni, dkk menjadi Pekerja Tetap/PKWTT dimulai tanggal 1 Februari 2012.

Dengan demikian, Mahkamah Agung dalam putusan Nomor 647 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 11 Februari 2014, mengabulkan permohonan kasasi dari PT International Packaging Manufacturing, yaitu perhitungan uang pesangon dimulai dengan masa kerja sejak tanggal 1 Februari 2012. Sehingga, Mahkamah Agung mengoreksi putusan PHI Surabaya yang semula menetapkan besaran uang pesangon yang seharusnya diterima Khusnul Doni, dkk sebesar Rp. 305 juta menjadi Rp. 103 juta.

(forward buruh-online.com : 7/8/2014)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of