Minggu, 21 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
70

Lagi, Atas Alasan Keinginan Satu Pihak, MA Setujui PHK

 

buruh-online, Bandung – Perampingan proses produksi yang terjadi di PT Tempo Scan Pasifik Tbk., di line Sudrex dan produk Neo Rheumacyl menyebabkan perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja kepada Sri Warsiti hari itu juga. 

Sri yang bekerja sejak tahun 2006, tidak diperkenankan lagi untuk bekerja kembali terhitung hari itu juga, Minggu, (12/2/2013), dn Sri tidak lagi dibayar upahnya. Atas PHK tersebut, Sri keberatan karena dirinya masih berkinginan untuk tetap bekerja, meskipun perusahaan sudah tidfak mempunyai keinginan untuk mempekerjakannya.

Setelah proses mediasi tidak menemukan jalan keluar, Sri kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, dengan tuntutan bekerja kembali dan sejumlah uang sebagai pembayaran upah serta pengganti penyelesaian sengketa selama ini yang seluruhnya berjumlah Rp.34,6 juta.

PHI Bandung menilai, gugatan Sri patut untuk dikabulkan sebagian, yaitu menghukum perusahaan untuk mempekerjakan kembali, sedangkan tuntutan berupa pembayaran sejumlah uang hanya dikabulkan sebesar Rp.14,4 juta, sebagaimana putusan Nomor 69/G/2013/PHI/PN.Bdg tanggal 03 Desember 2013.

Tak terima dengan putusan PHI Bandung, perusahaan yang terletak di Kawasan EJIP Plot 1 G-H Cikarang-Bekasi tersebut, mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 19 Desember 2013 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 54/Kas/G/2013/PHIPN.Bdg., yang disertai dengan memori kasasi tanggal 30 Desember 2013.

Dengan alasan bahwa salah satu pihak tidak ingin mempertahankan hubungan kerjanya (baca : perusahaan), maka hubungan kerja dapat diputus dengan memberi kompensasi, berupa uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja dan uang pengganti hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, yang seluruhnya berjumlah Rp.35 juta.

Pendapat hukum tersebut, disampaikan oleh Dr. H. Supandi, SH., M.Hum., selaku Ketua Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung, sebagaimana terurai dalam putusan Nomor 126 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 27 Maret 2014.

(forward buruh-online.com : 20/8/2014)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of