Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
77

MA Nyatakan Pengurus Provinsi Serikat Pekerja Tidak Memiliki Legal Standing

 

buruh-online, Serang – Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 545 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 29 Januari 2014, menyatakan gugatan Ahmad Sopiyan, dkk (10 orang) terhadap PT Mega Indah Glass Industry, tidak dapat diterima.

Dalam pertimbangan hukumnya, Mahkamah Agung berpendapat, bahwa Ahmad Sopiyan, dkk memberikan kuasa untuk mengajukan gugatan melalui Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan Minyak, Gas, Bumi dan Umum (Federasi SP KEP) Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Banten, yang tidak mempunyai legal standing secara keanggotaan, demikian pendapat Majelis Hakim Kasasi yang diketuai oleh Mahdi Soroinda Nasution, S.H., M.H., yang memeriksa dan mengadili perkara Ahmad Sopiyan, dkk.

Mulanya, Ahmad Sopiyan dkk diakhiri hubungan kerjanya dengan alasan kontrak kerjanya telah berakhir terhitung sejak tanggal 6 Februari 2012. Tak terima dengan keputusan perusahaan, Ahmad Sopiyan dkk yang rata-rata bekerja sejak tahun 2004, menolak pengakhiran hubungan kerja yang telah diputuskan oleh perusahaan yang terletak di Jalan Arya Jaya Santika Km.2,5 Nomor 5, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, tersebut.

Ahmad Sopiyan dkk mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, yang telah diregister dengan Nomor 01/PHI.G/2013/PN.Srg. Ahmad Sopiyan dkk menuntut perusahaan untuk mempekerjakan kembali pada kedudukan dan jabatan semula, serta menetapkan status hubungan kerja kontrak menjadi pekerja tetap.

Atas gugatan tersebut, PHI Serang pada tanggal 3 Juni 2013 membacakan putusan, yang amarnya mengabulkan gugatan Ahmad Sopiyan dkk, dan perusahaan wajib menetapkan status hubungan kerja kontrak menjadi tetap, serta mempekerjakan kembali pada kedudukan dan jabatan Ahmad Sopiyan dkk seperti semula sebelum diakhiri hubungan kerjanya.

Namun, tidak bagi PT Mega Indah Glass Industry. Tanggal 14 Juni 2013, perusahaan mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung dengan Akta Permohonan Kasasi Nomor 10/Kas/PHI.G/2013/PN.Srg., yang diikuti oleh memori kasasi pada tanggal 28 Juni 2013.

Perusahaan beralasan dalam memori kasasinya, PHI Serang dianggap keliru dalam mempertimbangkan legal standing organisasi yang mewakili Ahmad Sopiyan dkk, yang nyata-nyata telah tidak memenuhi syarat sebuah organisasi, karena 3 (tiga) orang pengurusnya telah tidak lagi bekerja di perusahaan yang otomatis sudah bukan lagi pengurus PUK Serikat Kerja di P.T. Mega Indah Glass Industry.

Atas dasar itulah, Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi dari PT Mega Indah Glass Industry, dan membatalkan putusan PHI Serang Nomor 01/PHI.G/2013/PN.Srg. tanggal 3 Juni 2013.

(forward buruh-online.com : 17/8/2014)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of