Selasa, 19 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
187

Mengaku Telah Bekerja Lagi, PHI dan MA Tolak Tuntutan Upah Proses

 

buruh-online, Bandung – Liza Novaria, pekerja PT Mayora Indah Tbk., yang berkedudukan di Kawasan Industri MM 2100, Jl. Jawa Blok H/No. 10 Cibitung – Bekasi, diputuskan hubungan kerjanya secara sepihak, karena dianggap bersekongkol dengan Ferry Arif, memungut uang terhadap pekerja baru untuk bisa bekerja di perusahaan.

Liza keberatan dengan tuduhan perusahaan, pada tanggal 7 November 2012, perusahaan memintai dirinya keterangan dan dikonfrontir dengan Ferry Arif. Hasilnya, Liza dinyatakan tidak pernah terlibat, apalagi menerima uang atas imbalan telah memasukkan pekerja baru ke perusahaan.

Namun, dengan alasan Liza telah melakukan pelanggaran berat sesuai dengan PKB Pasal 62 Huruf “k” yaitu menerima imbalan berupa apapun dari pihak lain yang mempunyai hubungan relasi dengan perusahaan”, pada tanggal 26 Desember 2012 mengeluarkan Surat Pemutusan Hubungan Kerja No. 237/MYR-CBT/HRD-PHK/VII/2012, yang intinya bermaksud memutuskan hubungan kerja dengan Liza, yang selama ini bekerja sebagai Administrasi Personalia sejak Agustus 1998.

Keberatan dengan surat PHK yang diterbitkan perusahaan, Liza-pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung, yang diregister dengan perkara Nomor 106/G/2013/PHI.BDG. Dalam surat gugatannya, Liza menuntut dipekerjakan kembali dan menjatuhkan hukuman kepada perusahaan untuk membayar upah beserta hak-hak lainnya selama tidak dipekerjakan.

Namun, PHI Bandung menolak tuntutan Liza untuk bisa dipekerjakan kembali. Melalui putusan yang dibacakan tanggal 11 Desember 2013, PHI Bandung menyatakan hubungan kerja antara PT Mayora Indah Tbk dengan Liza Novaria putus terhitung sejak tanggal 1 Januari 2013, dan menghukum PT Mayora Indah Tbk untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang jumlahnya sebesar Rp.52,6 juta.

Selain tututan dipekerjakan kembali yang ditolak, PHI Bandung juga menolak tuntutan pembayaran upah selama tidak dipekerjakan, karena Liza mengakui dalam persidangan, bahwa dirinya telah bekerja di perusahaan lain selama tidak lagi dipekerjakan oleh PT Mayora Indah Tbk.

Alasan penolakan tuntutan pembayaran upah selama tidak dipekerjakan, juga dikuatkan oleh pendapat Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung. Liza keberatan dengan putusan PHI Bandung, dan mengajukan kasasi pada tanggal 18 Desember 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 53/Kas/G/2013/PHI.Bdg.

Namun, Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 125 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 27 Maret 2014, berpendapat, “bahwa Pekerja tidak berhak atas upah proses karena Pekerja mengakui di persidangan telah bekerja pada perusahaan lain”, ujar Dr. H. Supandi, SH.,M.Hum., selaku Ketua Majelis Hakim Kasasi di Mahkamah Agung.

(forward buruh-online.com : 16/8/2014)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of