Type to search

Meski Baru Setahun Bekerja, Kasir Tuntut Perusahaan Hingga Tingkat PK

Share

buruh-online, Jakarta – Kerusakan brankas kantor berbuntut pada hilangnya uang sebesar Rp.3,9 juta, yang mengakibatkan pemutusan hubungan kerja sepihak oleh PT Wangsa Inti Boga terhadap Elly Widyawati, yang baru bekerja sejak bulan Mei 2009, dan di-PHK bulan Juni 2010 atau baru setahun bekerja.

Pada tanggal 24 Juni 2010, Elly yang pada saat itu bertugas mendapati brankas kantor rusak. Lalu, Elly melaporkan kepada pemilik perusahaan. Berselang, dua hari setelah kejadian rusaknya brankas, tanggal 26 Juni 2010, Elly dilaporkan bahwa uang sales sebesar Rp.3,9 juta atas namanya hilang.

Lantaran dianggap menghilangkan uang sales, Elly-pun pada tanggal 27 Juni 2009 diputuskan hubungan kerja secara lisan, dan upahnya sebesar Rp.1,2 juta tidak dibayar dengan alasan untuk mengganti uang sales yang dianggap oleh perusahaan dihilangkannya.

Merasa tidak mendapatkan keadilan, Elly menggugat perusahaan yang berkedudukan di Jalan Pluit Raya No.1, Jakarta Utara ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Elly menuntut pembayaran uang pesangon sebesar Rp.7,6 juta dan upah selama tidak dipekerjakan sebesar Rp.13,7 juta.

Dalam amar putusan Nomor 81/PHI.G/2011/PN.Jkt.Pst tanggal 18 Juli 2011, PHI Jakarta menghukum PT Wangsa Inti Boga untuk membayar sejumlah uang kepada Elly Widyawati sebesar Rp.18,5 juta. 

Namun, perusahaan keberatan atas putusan PHI Jakarta dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusannya No. 81/PHI.G/2011/PN.Jkt.Pst., tanggal Juli 2011, Majelis Hakim Kasasi menolak permohonan kasasi dari PT Wangsa Inti Boga, sehingga putusan PHI Jakarta berkekuatan hukum tetap setelah adanya putusan kasasi.

Merasa tetap tidak puas dengan putusan kasasi Mahkamah Agung, PT Wangsa Inti Boga mengajukan Peninjauan Kembali yang merupakan upaya hukum luar biasa ke Mahkamah Agung, tanggal 26 Juli 2013 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Peninjauan Kembali Nomor 19/Srt.PK/2013/ PHI.PN.JKT.PST. permohonan tersebut diikuti dengan alasan-alasannya yang diterima di PHI Jakarta pada tanggal 26 Juli 2013.

Meskipun perusahaan beralasan, bahwa Elly telah mangkir sejak tanggal 27 Juni 2010, berkaitan dengan persoalan selisih uang penjualan di kasir kurang lebih sebesar Rp3.000.000,- (tiga juta rupiah) yang menjadi tanggung jawabnya sebagai kasir, atas keluar masuknya uang penjualan sesuai dengan jumlah yang semestinya. 

Namun, Mahkamah Agung dalam Putusan Peninjauan Kembali Nomor 151 PK/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 23 Januari 2014, menolak permohonan Peninjauan Kembali dari PT Wangsa Inti Boga, karena bukti ketidak-hadiran Elly adalah hanya surat pernyataan yang dibuat oleh para pekerja yang satu pekerjaan dengan Elly, dan tidak dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan.

(forward buruh-online.com : 16/8/2014)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *