Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
236

Meski Pernah Cairkan Dana JHT, Pengusaha Tetap Dihukum Bayar Pesangon

buruhonline, Surabaya – Hengky Trisno Widjoyo keberatan terhadap pemindahan tugas (mutasi) selama 1 (satu) minggu dari Surabaya ke Jakarta, yang dilakukan oleh PT Warna Warni Media.

Perusahaan yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Nomor 21, Surabaya itu, mendasarkan mutasi pada pertimbangan agar Hengky dapat lebih efektif dalam berkoordinasi dengan perusahaan UD Sentosa Abadi (Valerio), selaku mitra kerja PT Warna Warni Media.

Hengky tidak menerima mutasi yang diperintahkan oleh perusahaan, karena dirinya yang bertempat tinggal di Jalan Bogen I/6 B, Surabaya, telah berumur 67 tahun sehingga sudah terlalu tua untuk menjalani tugas di Jakarta, meskipun hanya seminggu. Dan sesungguhnya UD Sentosa Abadi berkedudukan di Sidoarja bukan di Jakarta, tidak seperti yang didalilkan oleh pengusaha.

Penolakan Hengky berbuntut pada panggilan kerja tanggal 1 Juni 2011, yang mewajibkan Hengky untuk tetap melaksanakan tugas di Jakarta, jika tidak dilakukan maka perusahaan menganggap Hengky mengundurkan diri atas kemauan diri sendiri.

Atas alasan dicari-cari kesalahan kerja, Hengky menggugat perusahaan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya dan meminta untuk diputuskan hubungan kerja karena pensiun, dengan kewajiban perusahaan membayar kompensasi sebesar Rp.61,5 juta.

PHI Surabaya pada tanggal 21 Oktober 2013, membacakan putusan Nomor 63/G/2013/PHI.Sby., yang mengabulkan gugatan Hengky Trisno Widjoyo dan memerintahkan pengusaha untuk membayar secara tunai dan sekaligus uang pesangon 2 x 9 bulan, uang penghargaan masa kerja 10 bulan dan uang penggantian hak, yang seluruhnya terhitung sebesar Rp61.5 juta.

Atas putusan tersebut, perusahaan mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 4 November 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor : 74/Akta.Ks/2013/PHI.Sby. Jo. Nomor: 63/G/2013/PHI.Sby yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 15 November 2013.

Perusahaan menyampaikan keberatan, karena Hengky Trisno Widjoyo pada bulan Februari 2006 sudah mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola oleh PT Jamsostek. Sehingga menurut perusahaan, sudah tidak ada lagi hubungan kerja dengan pekerja. Lalu karena atas permintaan pekerja, pengusaha mempekerjakan kembali pekerja.

Mempertimbangkan alasan-alasan kasasi yang diajukan PT Warna Warni Media, Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi tidak membenarkannya. Karena putusan PHI Surabayatelah tepat dan benar dalam penerapan hukumnya dan telah memenuhi rasa keadilan, kepatutan, dan kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 100 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2004 jo Pasal 5 Undang-Undang Nomor 48 tahun 2009.

Sehingga Mahkamah Agung dalam amar putusannya Nomor 3 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 11 Februari 2014, menolak permohonan kasasi dari PT Warna Warni Media. (Red)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of