Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
98

Pabrik Kebakaran Jadi Alasan MA Putuskan PHK

 

buruh-online, Jakarta – Musibah kebakaran yang menimpa PT Suryapasifik Sejahtera, 13 Februari 2012 mengakibatkan tidak dapat bekerjanya pekerja ditempat semula. Kejadian tersebut, telah memaksa pengusaha untuk meliburkan bahkan bermaksud mengakhiri hubungan kerja dengan pekerja.

Perusahaan yang terletak di Gang Semut, Kampung Poglar No. 19 RT.007 RW.004, Kapuk Cengkareng, Jakarta Barat tersebut, memberikan solusi alternatif yaitu untuk menyalurkan pekerja ke perusahaan lain, sambil menunggu proses pembangunan gedung perusahaan selesai.

Namun perundingan tak kunjung selesai, akhirnya membuat pekerja yang digerbongi Nurmi, dkk (36 orang) mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diregister dengan Nomor 100/PHI.G/2013/PN.Jkt. Pst.

Nurmi dkk menuntut kejelasan hubungan kerja selanjutnya, dan meminta pembayaran upah dan denda keterlambatannya sebesar Rp.1,5 Milyar. Namun, PHI Jakarta Pusat melalui putusannya tanggal 21 Oktober 2013, mengabulkan gugatan Nurmi dkk yang meminta dipekerjakan kembali dan kewajiban PT Suryapasifik Sejahtera untuk membayar upah Nurmi dkk yang jumlahnya sebesar Rp.1 Milyar.

Atas putusan PHI Jakarta, perusahaan pabrik plastik tersebut mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 06 November 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 122/Srt.Kas/PHI/2013/PN.Jkt.Pst, dan disertai dengan memori kasasi tanggal 18 November 2013.

Mahkamah Agung dalam pendapatnya, mempertimbangkan peristiwa kebakaran yang dikualifikasikan sebagai keadaan memaksa (force majeur), sehingga dapat diterapkan ketentuan Pasal 164 ayat (1) UU No.13 Tahun 2003. 

Dengan demikian, Mahkamah beralasan hukum untuk menyatakan putus hubungan kerja antara perusahaan dengan Nurmi dkk, serta menetapkan perolehan hak Nurmi dkk sesuai ketentuan Pasal 164 ayat (1) UU 13/2003, dan juga memperoleh upah proses selama 2,5 (dua setengah) bulan yaitu bulan Februari 2012 selama 15 hari, serta bulan Maret dan bulan April 2012, sebagai konpensasi kondisi bertahan hidup guna memperoleh pekerjaan yang baru, yang jumlah keseluruhannya sebesar Rp.1 Milyar.

Atas pertimbangan tersebut, Mahkamah Agung menerima permohonan kasasi dari PT Suryapasifik Sejahtera dan membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang diregister dengan Nomor 100/PHI.G/2013/PN.Jkt. Pst tanggal 21 Oktober 2013.

(forward buruh-online.com : 17/8/2014)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of