Type to search

PHI Bandung Hukum PT KBU Bayar Pesangon

Share

buruh-online, Bandung : Setelah melalui rangkaian beberapa persidangan, akhirnya Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Bandung, mengabulkan sebagian gugatan Abdul Majid, Heri Siswanto dan Julian Aditya selaku pekerja PT Karya Bahan Unigam yang terletak di Desa Jatimulya, Kabupaten Bekasi.

Abdul Majid, dkk menggugat perusahaannya, lantaran dianggap mengundurkan diri sejak tanggal 21 Desember 2012 karena tidak masuk bekerja atau mangkir selama lebih dari 5 hari berturut-turut. Sebelum mengajukan gugatan, Abdul Majid, dkk telah menempuh proses mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi yang anjurannya tanggal 9 Oktober 2013 memenangkan pengusaha, dan menganggap Majid, dkk telah mengundurkan diri dan wajar di-PHK hanya dengan pemberian uang pisah tanpa pesangon.

Atas anjuran tersebut, Majid, dkk keberatan sehingga menggugat perusahaannya pada awal bulan Februari 2014 ke PHI Bandung. Majid, dkk menolak dianggap mengundurkan diri tetapi dirinya bersama pekerja yang lain melakukan mogok kerja sejak awal Desember 2012, meskipun perusahaan sudah memanggil dirinya secara tertulis untuk bekerja, tetapi Majid, dkk dalam repliknya menganggap panggilan perusahaan tidak memenuhi syarat yang diatur oleh UU Ketenagakerjaan.

Menanggapi gugatan Majid, dkk, PHI Bandung sependapat dengan alasan gugatan ketiga orang pekerja PT Karya Bahana Unigam tersebut, dan memutus perkara yang teregister dengan nomor 24/G/2014/PHI.Bdg itu dengan putusan kewajiban perusahaan membayar pesangon kepada Majid, dkk yang seluruhnya berjumlah 80 juta lebih.

Setelah mendengar putusan yang dibacakan Senin (16/6) kemarin, Majid, dkk menyatakan puas dan menerima putusan, sedangkan pengusaha yang diwakili oleh pengacaranya, Yola menyatakan, pikir-pikir.

Sebelumnya, PHI Bandung juga telah memutus dengan verstek perkara Febi, dkk yang bekerja diperusahaan yang sama serta dengan alasan PHK yang sama juga dengan Majid, dkk. PHI Bandung menghukum perusahaan untuk mempekerjakan kembali Febi, dkk dan menghukum untuk membayar uang paksa (dwangsom). (*/Kkn)

(forward buruh-online.com : 16/6/2014)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *