Type to search

Subendwipa Jaya Dihukum Bayar Pesangon

Share

buruh-online, Semarang : Perusahaan Jasa logistik, Kontainer, Servis kargo dan pengangkutan, PT Subendwipa Jaya Cabang Semarang, dihukum untuk membayar uang pesangon yang seluruhnya berjumlah Rp. 43,6 juta, karena melakukan peutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap Johanes Parjono, yang bertempat tinggal di Suren Timur I/71, Kelurahan Padangsari, RT.003 RW.006, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

PT Subendwipa Jaya beralasan, PHK terhadap Johanes adalah PHK akibat usia lanjut (pensiun), dan keberatan terhadap dalil gugatan yang diajukan oleh Johanes di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Semarang, dengan Nomor Perkara 21/G/2013/PHI.SMG. Keberatan perusahaan dikarenakan tuntutan Johanes diantaranya adalah memperhitungkan masa kerja sejak September 1996. Sedangkan perusahaan menganggap masa kerja Johanes adalah sejak bulan Juni 2012. Sehingga, perusahaan hanya memberikan uang pesangon sebesar Rp. 5 juta, sesuai dengan masa kerjanya yang hanya 6 bulan terhitung sejak bulan Juni 2012 sampai dengan bulan November 2012.

Menurut Subendwipa Jaya, sebelum bekerja di perusahaan tersebut, Johanes bekerja di PT Sun Kusuma Hati. Namun, tidak ada bukti yang menguatkan bantahan perusahaan, tetapi hanya ada 2 (dua) orang saksi saja yang menyatakan bahwa Johanes memang pernah bekerja di PT Sun Kusuma Hati sebelum bekerja di PT Subendwipa Jaya.

Setelah melalui proses jawab menjawab, akhirnya PHI Semarang padatanggal 24 September 2013, mengabulkan gugatan Johanes untuk sebagian. Karena tak puas dengan putusan PHI Semarang, PT Subendwipa Jaya mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 10 Oktober 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 12/Kas/X/2013/PHI.Smg., yang dibuat oleh Plt Panitera Muda PHI Semarang, permohonan tersebut disertai dengan memori kasasi tanggal 23 Oktober 2013.

Namun, Mahkamah Agung melalui putusan nomor 631 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 28 Februari 2014, menolak permohonan kasasi dari PT Subendwipa Jaya, karena PHI Semarang telah tepat menerapkan hukum, yaitu mengkualifikasikan pemutusan hubungan kerja Johanes Parjono oleh PT Subendwipa Jaya adalah karena alasan effesiensi, oleh karenanya adalah beralasan untuk menghukum PT Subendwipa Jaya untuk membayar hak-hak Johanes Parjono berdasarkan ketentuan Pasal 164 ayat 3 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

(forward buruh-online.com : 7/8/2014)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *