Kamis, 19 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
454

Tak Bisa Membuktikan Adanya Hubungan Kerja, Gugatan Ditolak

buruhonline, Pontianak – Lamjojor Hutabarat menggugat dua perusahaan sekaligus di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pontianak, dengan alasan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mengabaikan ketentuan Pasal 163 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Kedua perusahaan pembuat bahan baku kertas yang digugat Lamjojor, terletak di Jalan Raya Wajok Hilir, Km.14,2, Kabupaten Pontianak, yaitu PT Westkalindo Pulp & Papermill serta Amerasia Internasional Limited.

Awalnya, Lamjojor yang bertempat tinggal di Jalan Karet, Komplek Sejahtera 2 B, Nomor 6, RT.002/ RW.023, Kelurahan Sei Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, bekerja di PT Westkalindo Pulp & Papermill sejak tahun 1989, mulai dari persiapan pencarian lahan sampai dengan pabrik terbangun dan menerima gaji sebesar Rp.15 juta perbulan, dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Logistik dan Asisten Manager.

Pada bulan Februari 2004, PT Westkalindo Pulp & Papermill diambil alih oleh Amerasia International Limited berdasarkan surat keputusan dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Setelah terjadi pengalihan kepemilikan perusahaan, Lamjojor hanya diberikan upah sebesar Rp.6 juta per bulan.

Namun tiba-tiba, Lamjojor dilaporkan oleh Amerasia International Limited ke Kantor Polisi Sektor Jungkat, atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/K-1/125/XII/2010 tanggal 15 Desember 2010, dan kemudian ditindak lanjuti kembali dengan Laporan Polisi dari Kantor Polisi Daerah Kalimantan Barat Nomor LP/11/II/2011/Kalbar/Dit. Reskrim tanggal 7 Februari 2011.

Setelah melalui pemeriksaan yang panjang di Direktorat Serse Krimum. Polda Kalbar, pada tanggal 11 November 2011, dikeluarkan Ketetapan Nomor S.Tap/11/XI/2011/Krimum-lll, yang isinya menghentikan penyidikan perkara atas nama Lamjojor Hutabarat dengan alasan tidak cukup bukti. Akan tetapi, Lamjojor sudah terlanjur diputuskan hubungan kerjanya, sehingga Lamjojor menuntut PT Westkalindo Pulp & Papermill yang didudukkan sebagai Tergugat I, dan Amerasia International Limited sebagai Tergugat II, untuk membayar uang pesangon yang seluruhnya sebesar Rp.431 juta, dan upah selama tidak dipekerjakan terhitung sebesar Rp.864 juta.

Atas tuntutan Lamjojor, kedua perusahaan tidak pernah menghadiri panggilan sidang yang diberikan oleh PHI Pontianak. Namun, meskipun tidak pernah dihadiri oleh pengusaha, PHI Pontianak menerbitkan putusan 04/G/2013/PHI.PN.PTK., tanggal 25 Juni 2013, yang menyatakan gugatan Lamjojor Hutabarat ditolak untuk seluruhnya dengan verstek.

Gugatan Lamjojor ditolak, lantaran Lamjojor tidak dapat membuktikan adanya hubungan kerja antara dirinya dengan kedua atau salah satu perusahaan tersebut. Sedangkan, bukti yang diajukan Lamjojor berupa tanda terima upah, ternyata tidak ada tanda-tangan dan stempel perusahaan. Sehingga bukti tersebut tidak dapat dipertimbangkan oleh Majelis Hakim PHI Pontianak sebagai bukti yang autentik.

Tak puas dengan putusan PHI Pontianak, Lamjojor mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 25 Juni 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 04/Kas/2013/PHI.PN.PTK., yang disertai dengan memori kasasi tanggal 8 Juli 2013.

Namun, Majelis Hakim tingkat kasasi yang diketuai oleh H Djafni Djamal, SH, MH, dalam putusannya Nomor 562 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 16 Desember 2013, menolak permohonan kasasi Lamjojor Hutabarat. Mahkamah Agung menilai Putusan PHI Pontianak, ternyata tidak salah dalam menerapkan hukum dan telah memberi pertimbangan yang cukup, karena Penggugat dengan bukti-bukti P.1 sampai dengan P.14 dan 3 (tiga) orang saksi yaitu Rudi Widodo, Umar,SH., dan Hairul Effendy, serta fakta-fakta persidangan. Ternyata dari bukti-bukti dan saksi-saksi, pekerja tidak dapat menguatkan atau membuktikan dalil gugatannya, oleh karenanya adalah beralasan untuk menolak gugatan pekerja. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of