Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
73

Tidak Bekerja Tolak Mutasi, Dianggap Mengundurkan Diri

buruh-online, Palembang – Meskipun ditempatkan pada jabatan yang sama sebagai Field Assistant, Syamsudin menolak dimutasikan dari Kabupaten Oki, Sumatera Selatan ke Medan, Sumatera Utara oleh PT London Sumatera Tbk, pada tanggal 17 Maret 2011 berdasarkan surat No. 075/HRD/S-T/III/2011. Penolakan mutasi didasarkan pada alasan, bahwa keluarga Syamsudin berada di Kabupaten Oki, dan anak-anak Ir Syamsudin masih dalam tahap menyelesaikan ujian akhir, yaitu anak pertama Kelas 3 SMP, anak kedua Kelas 6 SD, dan anak ketiga SD Kelas 3, dan apabila dipaksakan untuk menerima perpindahan kerja (Antar Propinsi), dikhawatirkan secara psikologis anak-anak akan terganggu karena anak-anak tersebut perlu bimbingan/arahan dan juga figure seorang ayah.

Atas alasan itu, kemudian perusahaan pada tanggal 1 April 2011 mengirimkan surat No. 104/HRD/S-T/III/2011 tertanggal 28 Maret 2011, tentang perubahan waktu mutasi untuk Syamsudin, yang semula efektif terhitung sejak tanggal 1 April 2011 menjadi tanggal 15 Juli 2011.

Namun, Syamsudin tidak juga menerima mutasi tersebut, yaitu dengan tidak masuk bekerja pada tempat yang baru yaitu di Medan. Tidak bekerjanya Syamsudin, pada akhirnya perusahaan menerbitkan Surat No. 170/BL/OP/VIII/2011 tertanggal 11 Agustus 2011 dan surat No. 171/BL/OP/VIII/2011 tertanggal 18 Agustus 2011, yang isinya yaitu Surat Panggilan I dan Surat Panggilan II untuk melaksanakan tugas di Medan.

Akan tetapi, Syamsudin tetap tidak memenuhi panggilan perusahaan untuk bekerja ditempat yang baru, sehingga terbit surat No. 021/IR/E/IX/2011 tertanggal 5 September 2011 yang pada pokoknya menyatakan Syamsudin dianggap telah mengundurkan diri secara sepihak terhitung tanggal 19 Agustus 2011.

Tidak terima atas tindakan pengusaha, Syamsudin mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Palembang, dengan nilai tuntutan pesangon sebesar Rp. 243,5 juta. Dalam putusannya, PHI Palembang berdasarkan putusan Nomor 07/PHI/2013/ PN.PLG. tanggal 13 November 2013, mengabulkan sebagian gugatan Syamsudin sebesar Rp. 142 juta.

Atas putusan PHI Palembang, perusahaan mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 26 November 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 11/Kas/2013/PHI.PLG., disertai dengan memori kasasi tanggal 6 Desember 2013.

Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 112 K/Pdt.Sus-PHI/2014, mempertimbangkan toleransi waktu yang telah diberikan dari seharusnya terhitung mulai tanggal 1 April 2011 menjadi tanggal 15 Juli 2011, dan hingga tanggal 15 Juli 2011 Syamsudin belum melaksanakan mutasi dan telah dipanggil secara tertulis untuk melaksanakan mutasi melalui surat tanggal 11 dan 18 Agustus 2011.

Atas kedua pertimbangan tersebut, menurut Mahkamah Agung telah cukup alasan untuk mengkualifikasikan tindakan Syamsudin sebagai pemutusan hubungan kerja karena mengundurkan diri, yang disebabkan tidak masuk bekerja lebih dari 5 (lima) hari berturut-turut dan telah dipanggil secara tertulis dalam tenggang waktu antara pemanggilan pertama dan kedua sebanyak 7 (tujuh) hari. 

“Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : PT London Sumatera Tbk”, ucap Dr. H. Supandi, SH., M.Hum., Hakim Agung pada Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis. “Menghukum Tergugat/Pengusaha untuk membayar uang kompensasi PHK kepada Penggugat/Pekerja sejumlah Rp28.036.222,00 (dua puluh delapan juta tiga puluh enam ribu dua ratus dua puluh dua Rupiah)”, sambungnya dalam pembacaan putusan yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Kamis, 27 Maret 2014. 

(forward buruh-online.com : 15/8/2014)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of