Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
259

Ajukan Pensiun Malah Dianggap Mengundurkan Diri

Medan | Imron Daulay harus menelan pil pahit, setelah Mahkamah Agung menguatkan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Medan, Nomor 59/G/2013/PHI.Mdn., tanggal 21 Oktober 2013.

PHI Medan memberikan ijin kepada CV Maju Jaya untuk memutuskan hubungan kerja dengan Imron Daulay karena alasan mengundurkan diri, dan hanya berhak mendapatkan uang pisah sebesar Rp.7,3 juta.

Imron Daulay merupakan pekerja di CV Maju Jaya, suatu perusahaan yang bergerak di bidang Motor Derek yang berkedudukan di Jalan Sei Deli No.101, Kota Medan. Imron telah bekerja selama 21 (dua puluh satu) tahun yang dimulai pada awal Februari 1991 hingga pertengahan bulan Juni 2012 sebagai tenaga operator cran alat berat, dengan upah sebesar Rp43.000,00 setiap hari.

Awalnya, Imron Daulay mengajukan permohonan pensiun karena umurnya telah mencapai 55 tahun, dan mengajukan kompensasi pensiun sebesar Rp.38,4 juta, yang telah ditetapkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Medan.

Karena perusahaan tak kunjung menyetujui permohonan pensiun, kemudian Imron Daulay mengajukan gugatan ke PHI Medan, dan menuntut CV Maju Jaya membayar uang konpensasi pensiun menjadi sebesar Rp.94 juta.

Terhadap gugatan Imron Daulay, CV Maju Jaya keberatan. Karena setelah Imron mengajukan permohonan pensiun pada bulan Juni 2012, yang bersangkutan telah tidak lagi hadir untuk bekerja seperti biasanya. Sehingga CV Maju Jaya mengkualifikasikan Imro Daulay telah mengundurkan diri.

Atas bantahan keberatan CV Maju Jaya, akhirnya PHI Medan memutus PHK Imron Daulay dengan kualifikasi mengundurkan diri. Merasa tidak mendapatkan keadilan, Imron Daulay mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 1 November 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 44/Kas/2013/PHI.Mdn., jo. Nomor 59/G/2013/PHI.Mdn., yang disertai dengan memori kasasi tanggal 15 November 2013.

Imron mengaku ketidak-hadirannya lagi di CV Maju Jaya, karena adanya Surat Keputusan No.SK-01/MJ/V/2012 tanggal 19 Mei 2012, yang menyatakan telah berakhirnya hubungan kerja Imron Daulay dan hak – hak yang timbul akan diselesaikan.

Namun, Mahkamah Agung tidak sependapat dengan Imron Daulay. Karena berdasarkan fakta-fakta persidangan, Imron Daulay adalah pekerja tetap pada CV Maju Jaya yang memohonkan untuk pensiun, tetapi sebelum permohonannya dikabulkan oleh CV Maju Jaya, Imron Daulay sudah tidak bekerja lebih dari 5 (lima) hari berturut-turut, tanpa kabar. Oleh karenanya adalah beralasan untuk menyatakan bahwa Iron Daulay telah mengundurkan diri, dan hanya berhak untuk memperoleh uang penggantian hak sebagaimana ditentukan dalam Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

“Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : Imron Daulay”, demikian ujar H Djafni Djamal SH, MH, selaku Ketua Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung, membacakan amar Putusan Nomor 181 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 10 Juli 2014. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of