Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
45

Disperindag Jabar Minta Buruh Tidak Paksakan Kenaikan Upah

 

klik-galamedia, Bandung – Maraknya aksi unjukrasa yang dilakukan para buruh terkait kenaikan upah membuat Pemprov Jawa Barat merasa Khawatir. Terlebih aksi unjuk rasa dari para buruh tersebut bisa mendorong terjadinya relokasi pabrik.

“Kita harapkan para buruh tidak terlalu memaksakan kehendaknya, tetapi itu perlu ada solusi yang jelas. Sehingga hal tersebut perlu di kompromikan dan duduk bersama,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan Arief, Minggu (19/10/2014).

Menurutnya, kenaikan upah memang merupakan kebutuhan para tenaga kerja. Namun hal tersebut harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Jangan sampai hal tersebut malah membebani perusahaan dan membuat para pengusaha memilih untuk hengkang dan merelokasi usahnya dari Jabar.

“Kalau terlalu dipaksakan pelaku usaha bisa hengkang. Dan saat ini pun sebetulnya sudah ada beberapa yang hengkang ke jawa tengah. Harapannya mereka jangan dulu hengkang ke Jawa Tengah, karena di jabar juga masih ada wilayah lain yang dikembangkan untuk kawasan industri yang baru. Seperti halnya Majalengka dan Cirebon,” jelas Ferry.

Dikatakannya, saat ini ada UU No.3 tahun 2014 tentang perindustrian, setiap kabupaten kota harus mengatur kawasan industri di wilayah masing masing. Syaratnya, tidak berbenturan dengan rencana tata ruang dan wilayah.

“Berdasarkan undang undang tersebut, setiap kabupaten kota harus mengatur kawasan industri masing masing. Sehingga industri itu tidak lagi terpencar. Itu dibentuk dalam sebuah kawasan. Kenapa kawasan? Itu agar pengontrolan lebih mudah, penanganan IPAL nya pun lebih mudah, penyaluran listrik dan telpon pun terkonsentrasi, jadi tidak tercampur dengan pemukiman,” katanya.

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of