Kamis, 14 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
393

Kontrak Berakhir, Tuntutan Union Busting Tak Beralasan Hukum

Bekasi – PT Tara Citra Kusuma selaku produsen helm bermerk KYT, digugat oleh Sri Yulianto selaku Wakil Ketua Umum, Surono selaku Staff Divisi Organisasasi, Triono selaku Sekretaris, Peri Kristiwan selaku Kadiv Dikprop dan Sutrisno selaku Wakil Sekretaris Serikat Pekerja Gerakan Serikat Buruh Indonesia (Gesburi) ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, atas tuduhan telah melakukan tindakan anti serikat pekerja (union busting).

Sri Yulianto, dkk diakhiri hubungan kerjanya oleh perusahaan yang berkedudukan di Jl.Meranti III Blok L 10 No.3&5 Delta Silicon Industrial Park, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, tanggal 19 Maret 2010, dengan alasan masa perjanjian kerja waktu tertentu-nya atau umum disebut sebagai perjanjian kontrak berakhir.

Namun, Sri Yulianto, dkk tidak dapat menerima pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh pengusaha. Karena menurut Sri Yulianto, dkk, PT Tara Citra Kusuma tidak menerapkan sistem perjanjian kontrak sesuai dengan Pasal 59 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, sehingga berakibat pada hubungan kerja yang berubah menjadi pekerja tetap.

Sri Yulianto juga beralasan, bahwa dirinya dan bersama keempat rekannya yang lain, merupakan pengurus Serikat Pekerja Gesburi, yang telah tercatat di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi dengan Nomor Pencatatan  833/CTT.250/III/2010, tanggal 12 Maret 2010.

Akan tetapi, pengusaha menolak alasan-alasan Sri Yulianto, dkk, khususnya terkait keberadaan serikat pekerja Gesburi. Karena bukti pencatatan serikat pekerja Gesburi baru disampaikan oleh Sri Yulianto, dkk pada tanggal 19 Maret 2010 setelah berakhirnya jam kerja, yaitu Pukul 17.15 Wib, atau setelah Sri Yulianto, dkk terlebih dahulu diakhiri hubungan kerjanya.

PHI Bandung dalam putusannya Nomor 29/G/2011/PHI.PN.BDG tanggal 8 Juli 2011, menolak gugatan Sri Yulianto, dkk, karena fakta yang terbukti dalam persidangan, telah ada Perjanjian Bersama yang mewajibkan pengusaha untuk membayar upah sisa kontrak, sehingga PT Tara Citra Kusuma tidak lagi mempunyai kewajiban hukum apapun atas berakhirnya perjanjian kontrak.

Tak terima dengan putusan PHI Bandung, Sri Yulianto, dkk mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung melalui PHI Bandung secara lisan pada tanggal 27 Juli 2011, sebagaimana ternyata dari Akte Permohonan Kasasi No. 39/Kas/G/2011/PHI/PN.Bdg yang disertai dengan memori kasasi pada tanggal itu juga.

Atas permohonan kasasi Sri Yulianto, dkk, Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung mengeluarkan putusan Nomor 730 K/Pdt.Sus/2011 tanggal 21 November 2011, yang menolak permohonan kasasi dari Sri Yulianto, dkk.

Mahkamah Agung sependapat dengan PHI Bandung, karena para pekerja telah berakhir hubungan kerjanya dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu berdasarkan telah tercapainya Perjanjian Bersama (PB), serta upah sisa kontrak juga telah dibayar oleh Tergugat/Pengusaha sesuai bukti tulisan yang diajukan dalam pemeriksaan pengadilan tingkat pertama, maka permohonan kasasi harus ditolak. (Red)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of