Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
269

Lagi, Tuntutan Pembayaran Iuran JHT Dikabulkan

Kupang – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Kupang mengabulkan sebagian gugatan Gabriel Mooy S.Pd.K, yang berprofesi sebagai Kepala Sekolah sekaligus Guru pada Sekolah Dasar Petra Alak, melawan Yayasan Victory Mission, yang beralamat di Jln. Yos Sudarso Rt.11, Rw.04, Perumahan Pitoby Kelurahan Pengkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Majelis Hakim PHI Kupang dalam konklusinya, yang tertuang pada putusan Nomor 15/G/2013/PHI/PN.KPG. tanggal 2 September 2013, menyatakan Yayasan Victory Mission terbukti tidak membayar hak-hak Gabriel Mooy atas Tunjangan Hari Raya Tahun 2011 dan Jaminan Hari Tua Jamsostek terhitung sejak bulan September 2007 hingga Agustus 2012, yang jumlahnya sebesar Rp.1,7 juta.

Gabriel mendasari gugatan pembayaran Jaminan Hari Tua Jamsostek, yaitu dengan menggunakan ketentuan Pasal 99 ayat (1) dan (2) Undang-undang  No.13 Tahun 2003, Undang-undang No. 3 Tahun 1992, dan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1993. Menurut Gabriel, oleh karena dirinya sejak dipekerjakan oleh Yayasan Victory Mission tidak dikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja, maka dirinya menuntut pembayaran Jamsostek dengan besaran perhitungan 3,7% dikali upah yang selama ini ia terima.

Meskipun PHI Kupang mengabulkan gugatan pembayaran Jaminan Hari Tua Jamsostek Gabriel, akan tetapi tuntutan pembayaran kekurangan upah sebesar Rp.7,6 juta tidak dapat dikabulkan oleh PHI Kupang.

Terhadap penolakan tuntutan pembayaran kekurangan upah tersebut, Gabriel mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 18 September 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 15/Kas/G/2013/PHI/PN.KPG. yang disertai dengan memori kasasi tanggal 23 September 2013.

Gabriel menganggap aneh terhadap putusan PHI Kupang yang tidak mengabulkan tuntutan pembayaran kekurangan upah. Menurut Gabriel, Surat Keputusan Pengangkatan dirinya sebagai Kepala Sekolah yang tiap tahun dikeluarkan oleh Yayasan Victory Mission memang diterbitkan tanpa tercantum besaran upah. Sehingga, pembayaran upah harus sesuai besarannya dengan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang berlaku, dan upah terakhir yang diterima Gabriel pada bulan Agustus 2012 sebesar Rp.550 ribu per bulan, padahal UMP yang berlaku sebesar Rp.925 ribu.

Namun, Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 559 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 29 Januari 2014, menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Gabriel Mooy S.Pd.K. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of