Type to search

MA Kuatkan Putusan Bayar Kekurangan Pesangon

Share

Cilegon – PT Indo Sarana Usaha selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) pada bagian keamanan (security), yang ditempatkan di PT Indonesia Power UBP Suralaya di Komplek PLTU Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten, dihukum untuk membayar kekurangan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja kepada Rohani, dkk (120 orang).

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang dalam putusannya Nomor 54/PHI.G/2012/ PN.Srg. tanggal 27 Mei 2013, mengabulkan gugatan Rohani, dkk, serta menghukum PT Indo Sarana Usaha untuk membayar kekurangan pembayaran uang pesangon lebih dari Rp.440 juta.

Sebelumnya, pada akhir bulan Desember 2012, PT Indo Sarana Usaha telah membayar uang pesangon sebesar Rp.291 juta. Namun, Rohani, dkk menganggap besaran uang pesangon yang diberikan, tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja yang telah ditanda-tangani.

Meskipun hubungan kerja antara Rohani, dkk dengan PT Indo Sarana Usaha diikat dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), akan tetapi ada klausul dalam perjanjian kerja tersebut yang mengatur kewajiban perusahaan untuk membayar uang pesangon setelah hubungan kerja tidak lagi dapat dilanjutkan.

Rohani, dkk menggugat PT Indo Sarana Usaha selaku perusahaan outsourcing sebagai Tergugat I, dan PT Indonesia Power UBP Suralaya sebagai Tergugat II, ke PHI Serang. Dalam tuntutannya, Rohani, dkk meninta PHI Serang untuk memerintahkan kedua perusahaan secara tanggung renteng membayar kekurangan uang pesangon yang jumlahnya sebesar Rp.1,2 Milyar atau setara dengan perhitungan uang pesangon 2 kali ketentuan undang-undang.

Tak terima dengan putusan PHI Serang, PT Indo Sarana Usaha mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 12 Juni 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Pernyataan Permohonan Kasasi Nomor 08/Kas/PHI.G/2013/ PN.Srg. yang diikuti dengan memori tanggal 25 Juni 2013.

PT Indo Sarana Usaha menganggap sudah tidak mempunyai kewajiban apapun lagi kepada Rohani, dkk, karena telah membayar upah/penghasilan yaitu gaji pegawai, dan tunjangan lainnya berupa transport, lembur, THR, tunjangan cuti pesangon (kebijakan), asuransi premi shif, pelatihan satpam, seragam + safety dan biaya makan, dengan perincian untuk periode April 2011 s/d Desember 2011 nilai borongan harga sebesar lebih dari Rp.3,7 Milyar.

Atas keberatan PT Indo Sarana Usaha, Mahkamah Agung dalam pertimbangan hukumnya, menyatakan, “dari fakta-fakta dipersidangan ternyata bahwa sesuai dengan Surat Kesepakatan Kerja antara Para Penggugat dengan Tergugat I, bahwa apabila para Penggugat berhenti bekerja akan diberikan uang pesangon oleh Tergugat I, yang sisanya adalah sejumlah Rp.446 juta. Sehingga permohonan kasasi dari PT Indo Sarana Usaha ditolak”, ujar H Djafni Djamal, SH.,MH, selaku Ketua Majelis Hakim membacakan amar pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor 564 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 28 Februari 2014. (Hz)

4 Comments

  1. Panji Purnama, ST 31 Januari 2018

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Saya selaku perwakilan dari PT. indo Sarana Usaha, menyatakan bahwa permasalahan tersebut sudah selesai.

    Untuk konfirmasi serta informasi detail silahkan menghubungi Bapak Rohani dkk, ataupun menghubungi kami PT. Indo Sarana Usaha yang baralamat : Jl. Raya Pandeglang Km. 2 Sempu, Serang – Banten

    Wassalam,

    PT. Indo Sarana Usaha

    Balas
    1. Panji Purnama, ST 31 Januari 2018

      Untuk informasi tambahan,

      Permasalahan tersebut sudah diselesaikan pada tahun 2014 (*pada saat itu juga)

      Terima kasih.

    2. adminbo 1 Februari 2018

      Alaikumsalam wr. wb.

      Terima kasih atas tanggapan Bapak dari PT. Indo Sarana Usaha, komentar Bapak telah kami setujui untuk ditayangkan dalam post berita yang terkait.
      Atas perhatian Bapak dan PT. Indo Sarana Usaha, kami haturkan terima kasih.

  2. jawir 6 Maret 2018

    Saya bekerja di sekolah international hampir 3tahun, di gajian bulan September 2017 saya terbalik meletakan no rekening guru dgn guru Lain yg nominalnya jauh berbeda Dan bocor k guru lainya yg membuat kcemburuan guru lain dab lapor ke pimpinan Dan hasilnya dapat surat peringatan pertama, peringatan k dua dikarenakan kesalahan2 kecil spt salah letakan potongan cuti krn sakit Dan pribadi serta potongan bdasarkan ktelambatan pegawai yg terjadi dikarenakan pimpinan minta dgn buru2 Blum k simpan sudah nge print Tampa cek kembali, artinya surat peringatan ke dua pun krn teledor, peringatan k tiga dikarenakan tidak professional bersikap baik k sesama teman kerja bahkan orgtua murid, ini alasan yg di buat2 agar bisa mem phk saya dikarenakan saya menolak memasukan sumbangan Uang Dr orgtua murid kdlm kas masuk, yg akhirnya saya masukan dikarenakan akan di masukan k dlm account sumbangan tp sikarenakan Blum ada yg mengagantikan saya, saya diberikan kesempatan terakhir, sekali lagi dgn alasan guru Ada yg protes bpjs nya yg dilaporkan tidak sesuai gajinya, guru tesebut melihat di list bpjs yg akan saya bayar di meja saya, akhirnya diminta utk mengundurkan diri dgn syarat slams 2mgg ngajarkan yg baru apa saja yg rutinitas pekerjaan dan pembayaran2 yg tertinda serta file2 yg Ada, smua saya ajarkan dgn lapang dada n ikhlas krn tau klo dipecat dot pesangon, di hari terakhir saya di minta ttd surat pernyataan yg isi nya menyatakan menerima Uang perpisahan sebesar 15% Dari gaji dikali lama bekerja, saya kaget Dan Tanya knp cuma 1,6jt, kepala accounting bilang memang Cr itungnya sprti itu, krn percaya saya tanda tgn Dan ambil cek nya. Sampai di rumah ternyata dalam kontrak tidak Ada pernyataan yg menuliskan itung2an apabila kontrak di put us di tgh jalan, yg Ada hanya apabila karyawan yg mutuakan kontrak hrs ganti smua pengeluaran yg perusahaan berikan utk karyawan yg mengundurkan diri. Sampai hr NE selasa 6 maret 2018 (3hr sejak pemecatan) cek tersebut Blum saya cairkan krn bingung hr bagaimana? Saya sdh blapang dada menerima perlakuan pimpinan yg sewenang2 pelecahan secara verbal Dan memphk dgn alasan yg staff lain dimaafkan tp tidak blaku buat saya, apakah saya bisa menuntut yayasan pendidikan tmpt saya bekerja? Apa saja yg menjadi hak saya * mohon utk tidak dipublikasikan

    Balas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *