Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
788

MA Kuatkan Putusan Bayar Kekurangan Pesangon

Cilegon – PT Indo Sarana Usaha selaku perusahaan penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) pada bagian keamanan (security), yang ditempatkan di PT Indonesia Power UBP Suralaya di Komplek PLTU Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon, Banten, dihukum untuk membayar kekurangan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja kepada Rohani, dkk (120 orang).

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang dalam putusannya Nomor 54/PHI.G/2012/ PN.Srg. tanggal 27 Mei 2013, mengabulkan gugatan Rohani, dkk, serta menghukum PT Indo Sarana Usaha untuk membayar kekurangan pembayaran uang pesangon lebih dari Rp.440 juta.

Sebelumnya, pada akhir bulan Desember 2012, PT Indo Sarana Usaha telah membayar uang pesangon sebesar Rp.291 juta. Namun, Rohani, dkk menganggap besaran uang pesangon yang diberikan, tidak sesuai dengan Perjanjian Kerja yang telah ditanda-tangani.

Meskipun hubungan kerja antara Rohani, dkk dengan PT Indo Sarana Usaha diikat dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), akan tetapi ada klausul dalam perjanjian kerja tersebut yang mengatur kewajiban perusahaan untuk membayar uang pesangon setelah hubungan kerja tidak lagi dapat dilanjutkan.

Rohani, dkk menggugat PT Indo Sarana Usaha selaku perusahaan outsourcing sebagai Tergugat I, dan PT Indonesia Power UBP Suralaya sebagai Tergugat II, ke PHI Serang. Dalam tuntutannya, Rohani, dkk meninta PHI Serang untuk memerintahkan kedua perusahaan secara tanggung renteng membayar kekurangan uang pesangon yang jumlahnya sebesar Rp.1,2 Milyar atau setara dengan perhitungan uang pesangon 2 kali ketentuan undang-undang.

Tak terima dengan putusan PHI Serang, PT Indo Sarana Usaha mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 12 Juni 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Pernyataan Permohonan Kasasi Nomor 08/Kas/PHI.G/2013/ PN.Srg. yang diikuti dengan memori tanggal 25 Juni 2013.

PT Indo Sarana Usaha menganggap sudah tidak mempunyai kewajiban apapun lagi kepada Rohani, dkk, karena telah membayar upah/penghasilan yaitu gaji pegawai, dan tunjangan lainnya berupa transport, lembur, THR, tunjangan cuti pesangon (kebijakan), asuransi premi shif, pelatihan satpam, seragam + safety dan biaya makan, dengan perincian untuk periode April 2011 s/d Desember 2011 nilai borongan harga sebesar lebih dari Rp.3,7 Milyar.

Atas keberatan PT Indo Sarana Usaha, Mahkamah Agung dalam pertimbangan hukumnya, menyatakan, “dari fakta-fakta dipersidangan ternyata bahwa sesuai dengan Surat Kesepakatan Kerja antara Para Penggugat dengan Tergugat I, bahwa apabila para Penggugat berhenti bekerja akan diberikan uang pesangon oleh Tergugat I, yang sisanya adalah sejumlah Rp.446 juta. Sehingga permohonan kasasi dari PT Indo Sarana Usaha ditolak”, ujar H Djafni Djamal, SH.,MH, selaku Ketua Majelis Hakim membacakan amar pertimbangan hukum dalam Putusan Nomor 564 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 28 Februari 2014. (Hz)

4
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
jawiradminboPanji Purnama, ST Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Panji Purnama, ST
Guest
Panji Purnama, ST

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya selaku perwakilan dari PT. indo Sarana Usaha, menyatakan bahwa permasalahan tersebut sudah selesai.

Untuk konfirmasi serta informasi detail silahkan menghubungi Bapak Rohani dkk, ataupun menghubungi kami PT. Indo Sarana Usaha yang baralamat : Jl. Raya Pandeglang Km. 2 Sempu, Serang – Banten

Wassalam,

PT. Indo Sarana Usaha

Panji Purnama, ST
Guest
Panji Purnama, ST

Untuk informasi tambahan,

Permasalahan tersebut sudah diselesaikan pada tahun 2014 (*pada saat itu juga)

Terima kasih.

jawir
Guest
jawir

Saya bekerja di sekolah international hampir 3tahun, di gajian bulan September 2017 saya terbalik meletakan no rekening guru dgn guru Lain yg nominalnya jauh berbeda Dan bocor k guru lainya yg membuat kcemburuan guru lain dab lapor ke pimpinan Dan hasilnya dapat surat peringatan pertama, peringatan k dua dikarenakan kesalahan2 kecil spt salah letakan potongan cuti krn sakit Dan pribadi serta potongan bdasarkan ktelambatan pegawai yg terjadi dikarenakan pimpinan minta dgn buru2 Blum k simpan sudah nge print Tampa cek kembali, artinya surat peringatan ke dua pun krn teledor, peringatan k tiga dikarenakan tidak professional bersikap baik k sesama teman… Read more »