Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
320

MA Segera Putus 3 Kasus PHK PT Banteng

Jakarta | Mahkamah Agung telah meregister perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh PT Banteng Pratama Rubber yang berkedudukan di Jalan Pahlawan, Citeureup, Kabupaten Bogor, terhadap ketiga orang pekerjanya, yaitu Ade Purnama, Mohamad Sopyan, dan Ponidi.

Dalam catatan di Kepaniteraan Mahkamah Agung, Senin (27/10), kasus pemutusan hubungan kerja terhadap Ade Purnama yang telah dimenangkan PHI Bandung berdasarkan Putusan No. 99/G/2013/PHI/PN.BDG tanggal 13 Januari 2014, dengan jumlah pesangon sebesar Rp.8,4 juta,  telah diregister dengan perkara Nomor 619 K/Pdt.Sus-PHI/2014, berdasarkan Surat Pengantar dari Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung Nomor W11.U1/PHI.924/HT.02.02/X/2014.

Sedangkan, Mohamad Sopyan, dkk telah diregister dengan perkara Nomor 588 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 15 Oktober 2014, melalui Surat Pengantar dari PHI Bandung Nomor W11.U1/PHI.899/HT.02.02/IX/2014.

Serta kasus PHK Ponidi yang telah dimenangkan PHI Bandung berdasarkan Putusan No. 101/G/2013/PHI/PN.BDG tanggal 6 Januari 2014, dengan jumlah pesangon sebesar Rp.44,2 juta, telah diregister dengan perkara Nomor 585 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 15 Oktober 2014, atas dasar Surat Pengantar dari PHI Bandung Nomor W11.U1/PHI.298/HT.02.02/IX/2014.

Berdasarkan ketentuan Pasal 115 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubunga Industrial, perkara ketiga orang pekerja PT Banteng Pratama Rubber tersebut, haruslah sudah diputus Mahkamah Agung selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak diregister oleh Kepaniteraan Mahkamah Agung. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of