Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
294

Meskipun Direkrut Kepala Produksi, MA Hukum Perusahaan

Bengkulu | PT Pacific Indobara yang beralamat di Jalan Kuningan Raya, Komplek Kuningan City AXA Building Lantai 39, Jakarta Pusat, dihukum oleh Mahkamah Agung untuk membayar uang pesangon, dan penggantian hak sebesar Rp.13,8 juta kepada Medi Mahardi, dkk (5 orang), yang awal bekerjanya diterima bekerja oleh seorang Kepala Produksi.

Medi Mahardi mengaku sebagai karyawan PT Pacific Indobara dalam posita gugatannya di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bengkulu. Medi dkk, dipekerjakan sebagai Welder, Elektrik dan Humas di PT Pacific Indobara oleh Rustaman Wiradininggrat sebagai Kepala Produksi/Operasional Lapangan.

Dalam dalil gugatannya, Medi Mahardi, dkk yang mulai bekerja sejak bulan November 2012, tidak lagi dipekerjakan terhitung sejak bulan Februari 2013, krena PT Pcific Indobara tidak beroperasi lagi.

Dengan mempertimbangkan masa kerjanya yang telah lebih dari 3 (tiga) bulan, dan tidak diperjanjikan dengan sistem kerja kontrak. Maka Medi, dkk mengajukan tuntutan berupa pembayaran uang pesangon dan uang penggantian hak sebesar Rp.35 juta.

Terhadap gugatan tersebut, PT Pacific Indobara membantah mempunyai hubungan kerja dan tidak mempunyai perjanjian kerja dengan Medi Mahardi, dkk, yang menunjuk kedudukan hukumnya di Jalan Timur Indah I, Perumahan Timur Indah Permai II, Blok B, Nomor 4, Sidomulyo, Kota Bengkulu.

Selain itu, PT Pacific Indobara menguraikan kedudukan hukumnya yang berada di Jakarta, sehingga gugatan Medi Mahardi, dkk di PHI Bengkulu haruslah dinyatakan tidak dapat diterima, karena pihak yang digugat salah (error in subjecto).

Atas dalil gugatan Medi Mahardi, dkk serta bantahan dari PT Pacific Indobara, PHI Bengkulu dalam amar putusannya Nomor 01/PHI.G/2013/PN.Bkl., tanggal 01 November 2013, menolak gugatan Medi Mahardi, dkk untuk seluruhnya.

Tak terima dengan putusan PHI Bengkulu, Medi Mahardi, dkk mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 13 November 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 02/KAS/PHI.G/2013/PHI.Bkl., yang disertaidengan memori kasasi tanggal 25 November 2013.

Dalam memori kasasinya, Medi Mahardi, dkk telah terbukti bekerja di perusahaan dan telah pula mendapat gaji selama 2 (dua) bulan kerja, yang membuktikan adanya suatu hubungan kerja berupa terpenuhinya unsur pekerjaan, unsur upah dan unsur perintah. Serta hubungan kerja yang terjadi adalah hubungan kerja yang tidak tertulis atau hubungan kerja secara lisan.

Berdasarkan dalil memori kasasi yang diajukan Medi Mahardi dkk, Mahkamah Agung dalam pertimbangan hukumnya pada putusan Nomor 231 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 5 Juni 2014, berpendapat, “Perekrutan sebagai pekerja oleh Rustam Wiradiningrat sebagai pekerja Tergugat menjadi tanggung jawab Tergugat, sehingga Para Penggugat adalah karyawan Tergugat. Dan oleh karenanya, Mahkamah Agung berpendapat, terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari Para Pemohon Kasasi”, ujar Dr. Supandi, SH., M.Hum., selaku Ketua Majelis Hakim Kasasi. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of