Sabtu, 20 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
385

PHI Bandung Nyatakan Mengundurkan Diri Sah, Meski Tanpa Surat

Bekasi – Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Bandung dalam Putusan Nomor 18/G/2013/PHI.PN.BDG., tanggal 22 Mei 2013, menyatakan pengunduran diri tanpa surat permohonan sah secara hukum.

“Menimbang, bahwa dalam persidangan ditemukan fakta hukum bahwa meskipun Penggugat tidak mengajukan pengunduran diri secara tertulis dan juga tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud Pasal 162 ayat (3) huruf (c), Penggugat telah mengajukan pengunduran diri secara lisan kepada HRD Rumah Sakit Bella, maka dengan demikian Majelis berpendapat bahwa telah terjadi pemutusan hubungan kerja sejak tanggal 28 Pebruari 2012 karena Penggugat mengundurkan diri sebagaimana ketentuan Pasal 162 UU No. 13 Tahun 2003”, ujar Parulian Lambontoruan, SH, MH.

Demikian kesimpulan (konklusi) Majelis Hakim PHI Bandung yang memeriksa dan mengadili pada tingkat pertama, perselisihan pemutusan hubungan kerja antara Yessy Kristine Simangunsong dengan PT Bella Medika/Rumah Sakit Bella, yang berkedudukan di Jl. Jend. A.Yani, No. 141, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Atas putusan PHI Bandung, Yessy melalui kuasanya DPC FSP Farkes SPSI Kota Bekasi, mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 7 Juni 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 19/Kas/G/2013/PHI/PN.Bdg., yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 19 Juni 2013.

Yessy dalam memori kasasinya, menyatakan tidak sependapat dengan pendapat hukum Majelis Hakim PHI Bandung. Karena menurut Yessy, pengunduran diri yang sesuai dengan ketentuan Pasal 162 ayat (3) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, haruslah terpenuhi seluruhnya, yaitu adanya surat permohonan pengunduran diri, tidak dalam ikatan dinas dan tetap melaksanakan kewajibannya hingga batas tanggal pengunduran diri.

Menurut Yessy, dirinya tidak pernah membuat surat permohonan pengunduran diri, sehingga pertimbangan hukum Majelis Hakim PHI Bandung menyesatkan, dan telah salah dalam menerapkan hukum.

Terhadap keberatan Yessy tersebut, Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung yang diketuai oleh H Djafni Djamal, SH, MH, tidak sependapat. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Bandung, ternyata tidak salah dalam menerapkan hukum dan telah memberikan pertimbangan yang cukup, karena dari fakta-fakta persidangan ternyata Penggugat terbukti telah mengundurkan diri sejak tanggal 28 Februari 2012 dan telah menerima hak-hak normatifnya.

Demikian pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam putusan 554 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 16 Desember 2013, yang pada amar putusannya, menolak permohonan kasasi dari Yessy Kristine Simangunsong. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of