Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
18

Protes Angka KHL, Buruh Tiga Kota Serentak Menolak

buruhonline | Tak puas dengan penetapan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang akan menjadi dasar penetapan upah minimum propinsi atau kabupaten/kota, buruh dibeberapa daerah menolak dengan melakukan pemogokan secara serentak.

Di Jakarta, ribuan buruh sejak Selasa (21/10) atau sehari setelah pelantikan Joko Widodo menjadi Presiden yang sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, mengepung Balaikota DKI Jakarta hingga berita ini diturunkan, Rabu (22/10).

Para buruh menginginkan penetapan Upah Minimum Propinsi DKI Jakarta Tahun 2015 diatas Rp.3.4 juta/bulan. Sedangkan, berdasarkan hasil survei Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2015 di DKI Jakarta sebesar Rp.2.331 juta/bulan, dengan KHL 60 item yang menghasilkan jumlah yang lebih kecil dibandingkan nilai Upah Minimum Provinsi 2014 (UMP 2014) sebesar Rp.2.441 juta/bulan.

Sementara itu, ratusan buruh di Tangerang dari sejumlah perusahan benkonvoi dan memblokade jalan masuk menuju pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang, Rabu (22/10). Sebelumnya, mereka juga melakukan sweeping ke pabrik-pabrik meminta solidaritas dan dukungan buruh lainnya. Para buruh menuntut kenaikan upah 30 persen dari upah minimum di Tangerang sebesar Rp.3.442 juta/bulan di tahun 2014, guna mengantisipasi kenaikan harga BBM.

Sedangkan, ratusan buruh di Gresik berdemontrasi menutup jalan, dengan mematikan sepeda motor mereka dan menuntunnya, mereka memperjuangan kenaikan UMK 2015 sebesar Rp.3 juta/bulan dari UMK tahun 2014 sebesar Rp.1.502 juta/bulan. Kejadian tersebut, membuat arus kendaraan yang melintas dari arah Lamongan menuju Gresik melalui Jalan Wahidin Sudirohusodo merambat. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of