Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
4

Upah Buruh Cukup, Ahok Tolak Kenaikan UMP 2015

Harian Terbit, Jakarta | Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan tidak akan menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun depan. Sebab tahun sebelumnya upah buruh sudah naik sebesar 43 persen. Selain itu, tahun ini Kebutuhan Hidup Layak (KHL) juga tidak terlalu tinggi.
 
Keinginan buruh agar Upah Minimum Provinsi (UMP) naik sebesar 30 persen seperti pungguk merindukan bulan. Sebab secara tegas Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak keinginan itu. Alasannya, Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tahun ini tidak begitu tinggi.

“Tahun ini survei KHL tidak tinggi. Ya kalau tidak tinggi, tidak bisa naik. Jadi tidak bisa bicara mau naik 30 persen, karena dahulu sudah naik 43 persen,” ujar Ahok, di Balaikota, Rabu (22/10/2014).

Ahok mengaku tidak mau pusing, karena yang hidup di Jakarta bukan hanya buruh. Sedangkan hitungan UMP sebetulnya hanya cukup untuk yang lajang. Sedangkan untuk suami atau istri yang memiliki anak sekolah, dibantu dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

“Disitulah kita mau bantu dengan KJP, supaya anak-anak buruh mampu sekolah. Karena kedepan kita sedang rencanakan KJP dalam bentuk beasiswa, sangu anak mendapatkan Rp800 ribu, tapi tidak bisa cas namun debit,” papar Ahok.

Selama ini, Ahok mengaku sudah melakukan survei gabungan dari bulan Februari sampai Oktober. Menurutnya, jangan sampai buruh minta naik terlalu banyak karena akan mengancam sejumlah pabrik dan bisa saja mereka tutup.
 
Sebelumnya di Balaikota, sekitar 300 buruh yang berasal dari beberapa serikat dan organisasi buruh di DKI Jakarta kembali menggelar aksi unjuk rasa, di depan Gedung Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2014).

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of