Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
15

Buruh KSPI Tolak Penaikan Harga BBM

Jakarta | Pengumuman penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhitung Selasa (18/11) hari ini yang diumumkan oleh Presiden Jokowi Senin (17/11), ditolak oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Menurut Presiden KSPI, Said Iqbal, penaikan atas harga Premium yang semula sebesar Rp.6.500,- perliter menjadi Rp.8.500,- perliter, sedangkan harga Solar semula sebesar Rp.5.500,- perliter naik menjadi Rp.7.500,- perliter, akan memperparah nasib kesejahteraan buruh yang ternyata tidak diimbangi dengan kenaikan Upah.

Hal tersebut terjadi, karena menurut Iqbal, penaikan harga BBM tidak diimbangi dengan kenaikan upah yang signifikan yaitu hanya sebesar Rp.2,7 juta perbulan seperti di Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, dia menilai Presiden Jokowi telah keliru dalam menaikkan harga BBM disaat harga minyak dunia turun ke $80 perbarel.

Penaikan harga BBM menurut Iqbal, justru akan menguntungkan pengusaha atau setidaknya tidak mendapatkan imbasnya, yaitu dari pengurangan subsidi BBM tersebut pengusaha akan mendapatkan keuntungan infrastruktur, dan profit pengusaha tidak berkurang karena mereka menaikkan harga jual barang.

Iqbal juga tidak sepakat dengan solutif dari Pemerintah yang akan memberikan pengalihan subsidi penaikan harga BBM ke pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), karena ketiga kartu tersebut menggunakan anggaran lama dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

“Dan tidak ada satupun buruh yang menerima kartu-kartu tersebut, bahkan sebaliknya buruh ikut membayar untuk JKN/KIS”, ungkap Iqbal dalam Siaran Pers-nya Senin (17/11).

Kini dirinya bersama dengan beberapa pimpinan serikat pekerja affiliasi dari KSPI, yaitu FSPMI, SPN, FSP KEP, Farkes, FSP Parref, FSP ISI, FSP Kahutindo dan Aspek, akan melakukan konsolidasi besar-besaran untuk mempersiapkan unjuk rasa di 20 Provinsi dan 150 Kabupaten/Kota, guna menolak penaikan harga BBM serta meminta Gubernur merevisi kenaikan upah minimum. (Ys)

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of