Senin, 23 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
308

Gugatan Suzuki Dinyatakan Tidak Dapat Diterima

Surabaya | Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan tidak berwenang mengadili sengketa hubungan industrial yang teregisterasi Nomor : 86/Pdt.G/2014/PHI.PN.Sby antara Yakob Eko Saputro melawan PT Suzuki Indomobil Motor – Bekasi.

Dalam persidangan yang digelar PHI Surabaya, Senin (24/11) dengan agenda pembacaan putusan, menyatakan gugatan PT Suzuki tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard) karena dinilai tidak tepat dalam mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Yakob Eko Saputro di PHI Surabaya.

Tidak dapat diterimanya gugatan PT Suzuki tersebut, salah satunya lantaran perusahaan automotif ternama itu berkedudukan di Jl. Letjend MT Haryono Kav. 8, Jakarta. Sehingga, PHI Surabaya tidak dapat melanjutkan pemeriksaan pokok perkara yang disengketakan oleh PT Suzuki Indo Mobil Motor.

Sengketa berawal dari anggapan perusahaan atas ketidak-hadiran Yakob Eko Saputro yang dipindahtugaskan dari semula di PT Suzuki Indomobil Motor – Bekasi, ke PT Buana Indomobil Trada – Surabaya terhitung sejak tanggal 15 Juli 2013.

PT Suzuki Indomobil Motor meminta Majelis Hakim PHI Surabaya untuk menyatakan putus hubungan kerja keduanya, dengan pembayaran kompensasi pengakhiran hubungan kerja yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.82,4 juta.

Melalui Kuasa Hukumnya, Purbadi Hardjoprajitno, Yakob telah dipanggil untuk bekerja pada tanggal 17 Maret 2014, tanggal 18 Maret 2014 dan tanggal 21 Maret 2014 di PT Buana Indomobil Trada – Surabaya, yang didalilkan sebagai anak perusahaan PT Suzuki Indomobil Motor. Namun, Yakob tidak memenuhi ketiga panggilan tersebut.

Yakob sendiri mengaku keberatan dengan pemindahan tugas yang dilakukan oleh PT Suzuki Indomobil Motor, karena di dalam Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku PT Suzuki Indomobil Motor, hanya mengatur pemindahan tugas di lingkungan perusahaan PT Suzuki Indomobil Motor, bukan di perusahaan lain, bahkan tidak pula disebutkan dapat dipindahtugaskan di anak perusahaan.

Selain itu, Yakob juga membantah jika dikatakan tidak pernah hadir (mangkir), karena dirinya tetap masuk bekerja di PT Suzuki Indomobil Motor – Bekasi, yang dibuktikan dengan tanda hadir (absen) dan upah yang secara terus menerus masih diberikan rutin oleh PT Suzuki Indomobil Motor. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of