Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
239

Jabodetabek Berpotensi Tetapkan KHL Dibawah Upah Minimum

Jabodetabek | Penetapan besaran upah minimum tergantung pada besaran angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL), yang ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota atau Provinsi, dan akan direkomendasikan besaran upah minimum ke Bupati/Walikota masing-masing untuk ditetapkan menjadi Keputusan Gubernur.

DKI Jakarta, sebelumnya telah menyampaikan angka KHL sebesar Rp.2,448 ribu pada Sabtu (1/11) lalu, yang disampaikan oleh Priyono selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta. Besaran angka KHL Tahun 2015, berbeda sedikit dengan besaran Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta Tahun 2014 sebesar Rp.2,441,301 perbulan.

Menurut anggota Dewan Pengupahan Kota Tangerang Selatan, Yakup Ismail dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengatakan, prediksi besaran angka KHL Tahun 2015 di Kota Tangerang Selatan adalah sebesar Rp.2,442 ribu.

Sedangkan di Kabupaten Bogor, besaran angka KHL Tahun 2015 yang tengah dibahas oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Bogor hingga Rabu (5/11) malam, melahirkan angka sebesar Rp.2,168,175. Sedangkan, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor Tahun 2014 sebesar Rp.2,242,240 perbulan.

Selain itu, beberapa daerah penunjang Ibukota DKI Jakarta, seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Bekasi dan Kota Depok, belum dapat memastikan besaran angka Kebutuhan Hidup Layak Tahun 2015.

Sehingga penetapan upah minimum Tahun 2015 dibeberapa daerah penyangga ibukota dapat dipastikan akan molor, karena beberapa alasan, diantaranya adalah belum ditetapkannya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi kenaikan harga-harga lainnya. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of