Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
380

Ketua PHI: Sharp Harus Segera Angkat Status Karyawan

Bandung | “Dony Subiyantoro baik secara pribadi maupun sekaligus sebagai Ketua PUK SPEE FSPMI di PT Sharp Semiconductor Indonesia, tidak mempunyai kapasitas untuk mengajukan perubahan atau bahkan merubah isi Perjanjian Bersama”, ungkap Choerul sesaat diluar gedung Pengadilan Negeri Bandung.

Choerul selaku Kuasa Hukum Adi Sukmono, dkk sebagai Pemohon Eksekusi, dalam surat tanggapannya menjelaskan, bahwa meskipun sebagai Ketua PUK SPEE FSPMI di PT Sharp Semiconductor Indonesia, akan tetapi Dony Subiyantoro tidak diberikan kewenangan oleh ke-53 pekerja dan ke-91 pekerja yang mempunyai kepentingan secara langsung terhadap Perjanjian Bersama tanggal 4 Juli 2013, dan Perjanjian Bersama tersebut mengikat secara hukum bagi keduanya sebagaimana yang dimaksud Pasal 1338 KUHPerdata.

Ketua PHI Bandung, dalam lanjutan eksekusi yang teregister dengan Nomor 25/Eks/2014/PB/PHI/PN.Bdg digelar hari ini, Selasa (11/11) memerintahkan kepada PT Sharp Semiconductor Indonesia yang diwakili Kuasa Hukumnya, Sugiharto untuk segera dalam waktu 8 (delapan) hari menetapkan status 144 pekerja kontrak menjadi tetap.

Dengan demikian, maka permohonan eksekusi yang diajukan oleh pihak pekerja Adi Sukmono, dkk dikabulkan seluruhnya oleh Ketua PHI Bandung, dan menolak permohonan pembatalan eksekusi yang diajukan oleh perusahaan yang berada di Jl. Permata Raya Lot F3, Karawang, Kawasan Industri KIIC, Kabupaten Karawang tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengangkatan status karyawan diubah jatuh waktunya, yang semula harus diangkat terhitung tanggal 21 Juni 2014 menjadi tanggal 20 Juni 2015. Perubahan isi Perjanjian Bersama dilakukan oleh Ketua PUK SPEE Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Dony Subiyantoro dengan PT Sharp. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of