Type to search

Lagi, Pekerja dan Pengusaha Sama-Sama Ajukan Kasasi

Share

Yogyakarta | Tak terima dengan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Yogyakarta, Nomor 09/G/ 2013/PHI.Yk, tanggal 24 Februari 2014, Arsiko Daniwidho dan PT Jogja Tugu Trans secara bersamaan mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung.

PT Jogja Tugu Trans beralasan, bahwa Arsiko telah pernah membuat surat perjanjian sepanjang tidak akan mengajukan permintaan menjadi pekerja tetap. Hal tersebut diperkuat dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Jogja Tugu Trans dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terkait adanya perubahan sistem pelayanan angkutan orang.

Selain itu, PT Jogja Tugu Trans yang berkedudukan di Jl. Raya Yogya – Wonosari Km. 4.5, No. 24B, Yogyakarta juga keberatan dengan gugatan Arsiko Daniwidho, yang berisi gugatan perselisihan hak tetapi pada tuntutannya adalah gugatan perselisihan pemutusan hubungan kerja.

Sedangkan Arsiko menganggap putusan PHI Yogyakarta tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 59. Arsiko yang bekerja sebagai Sopir pada Armada yang dimiliki PT Jogja Tugu Trans, tidak akan beroperasi jika tidak ada pengemudinya. Sehingga menurut Arsiko, pekerjaannya adalah termasuk jenis pekerjaan inti dan bukan produk baru karena telah beroperasi lebih dari 7 (tujuh) tahun.

Pendapat Arsiko juga diperkuat keterangan saksi, yaitu Pegawai Mediator Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Nursina Karti, SH dan Bahari Toharudin, SE.

Oleh karenanya menurut Arsiko, perubahan status kontraknya (perjanjian kerja waktu tertentu) menjadi pekerja tetap (perjanjian kerja waktu tidak tertentu), seharusnya bukan dari surat perjanjian kontrak ke-4 dan ke-5 yang berakhir tanggal 15 Juli 2013, tetapi dari surat perjanjian kontrak ke-1 tanggal 18 Februari 2008.

Atas permohonan kasasi yang diajukan oleh kedua belah pihak, yaitu pekerja Arsiko Daniwidho dengan pengusaha PT Jogja Tugu Trans, Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 308 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 14 Agustus 2014, menolak permohonan kasasi keduanya.

Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung yang diketuai oleh Dr. H. Supandi, S.H.,M.Hum., sependapat dengan amar Putusan PHI Yogyakarta Nomor 09/G/ 2013/PHI.Yk, tanggal 24 Februari 2014, yang mengabulkan sebagian gugatan Arsiko Daniwidho, yaitu menyatakan perjanjian kontrak menjadi perjanjian pekerja tetap sejak perjanjian ke-4 hingga ke-5.

Sehingga, PHI Yogyakarta menghukum PT Jogja Tugu Trans untuk membayar uang pesangon sebesar 2 kali ketentuan, yang seluruhnya berjumlah sebesar Rp.8,6 juta tanpa upah proses. (Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *