Type to search

Pekerjakan Harian Lepas, PT Sanfu Indonesia di-Demo

Share

Purwakarta | Status pekerja harian lepas hanya dapat dilakukan bagi pekerjaan yang dikerjakan dengan jangka waktu kurang dari 21 hari dalam satu bulan dan tidak boleh melebihi dari 3 bulan, demikian ketentuan yang dimaksud Pasal 10 ayat (2) dan ayat (3) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 100/Men/2004.

Akan tetapi, menurut Koswara, Ketua Persaudaraan Pekerja Anggota (PPA) Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Karawang, pekerja yang berstatus harian lepas telah dinyatakan batal demi hukum, dan menjadi pekerja tetap berdasarkan Nota Pemeriksaan yang di keluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten  Purwakarta Nomor 576.2/2237-AWAS/2003.

Meskipun telah diberikan Nota, PT Sanfu Indonesia tidak menanggapinya dan tetap mempergunakan pekerja berstatus harian lepas. Selain itu, perusahaan yang berada di di Kp. Ciater, Ds. Ciparungsari, Kec. Cibatu, Kab. Purwakarta tersebut, tidak menanggapi ajakan musyawarah yang diajukan oleh PPA PPMI pada tanggal 12, 19 dan 26 Agustus 2014.

Merasa tidak ditanggapi, akhirnya PPA PPMI mengadakan aksi mogok kerja sejak hari Kamis dini hari Pukul 00.01 Wib, atau tepat tanggal 27 Nopember 2014 hingga berita ini diturunkan ratusan pekerja masih bergantian berjaga ditenda yang mereka sebut sebagai Tenda Perjuangan.

Para buruh khawatir terhadap sistem kerja harian lepas, karena masa kerjanya dianggap dimulai dari nol sebagai kebijakan yang mulai diterapkan oleh Manager HRD baru, yaitu Etin Rodiana.

Atas hal itu, dari beberapa tuntutan yang diajukan para buruh PT Sanfu Indonesia, mereka juga meminta Etin Rodiana dipecat sebagai akibat dari kebijakan yang dinilai oleh para karyawan telah merugikan dan menghilangkan hak-haknya sebagai pekerja. (Ak)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *