Jumat, 15 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
386

Pendaftaran Gugatan Di-Pending, PHI Bandung Kehabisan Anggaran

Bandung | Lili Hambali selaku Pengurus Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Purwakarta, harus kecewa.

Lantaran Panitera Muda Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Bandung, Yety menunda registerasi pendaftaran gugatan terhadap PT San Fu Indonesia, yang beralamat di Ds. Cipinang Rt. 02/01, Kec. Cibatu Kab. Purwakarta, Selasa (11/11) kemarin.

PHI Bandung menunda memberikan nomor perkara kepada gugatan Hambali, karena disebabkan anggaran panjar biaya perkara yang dibiayai Negara habis.

Dalam ketentuan Pasal 58 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, berbunyi : “Dalam proses beracara di Pengadilan Hubungan Industrial, pihak-pihak yang berperkara tidak dikenakan biaya termasuk biaya eksekusi yang nilai gugatannya di bawah Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah)”.

Hambali dalam gugatannya, menuntut agar PT San Fu Indonesia membayar uang kompensasi kepada anggotanya sebesar lebih dari Rp.47 juta. Hambali tak terima atas pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh anggotanya, Ropik yang tidak lagi dipekerjakan sejak tanggal  1 April 2014.

Gugatan yang diajukan Hambali telah melalui proses mediasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Purwakarta dan telah mengeluarkan Surat Anjuran Nomor : 567/4357-PKTK/2014, tertanggal 10 September 2014, yang menganjurkan agar PT San Fu Indonesia membayar uang pesangon sebesar Rp.20 juta.

Seharusnya, PHI Bandung tetap menerima dan meregisterasi pendaftaran gugatan yang diajukan oleh siapapun. Bukankah lembaga pengadilan hubungan industrial mempunyai tujuan sebagai lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang cepat, tepat, adil, dan murah? (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of