Type to search

Perusahaan Minuman Bir Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan

Share

Bekasi | PT DD, yang berkedudukan di Kalimalang – Bekasi, diduga melakukan pelanggaran Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, karena menggunakan sistem kerja harian yang belum dilakukan pengangkatan menjadi pekerja tetap, dan membayar upah lembur hanya Rp.12.500,-/jam.

Hasil penelusuran buruhonline.com, didapati keterangan dari salah seorang pekerja yang bekerja diperusahaan yang memproduksi minuman bir tersebut, jikalau perusahaan sudah hampir 17 tahun menggunakan tenaga kerja harian dan belum diangkat menjadi pekerja tetap.

Perusahaan yang mempunyai buruh sekitar 300-an orang ini, seakan luput dari pengawasan Dinas Tenaga Kerja Bekasi. Padahal keberadaan perusahaan tidak terlalu sulit untuk dicapai, akan tetapi dugaan praktek pelanggaran seakan-akan didiamkan tanpa adanya upaya untuk melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya.

Selain itu, menurut keterangan dari tenaga kerja yang berhasil buruhonline.com temui, tenaga kerja harian tidak dapat fasilitas makan (catering) dari perusahaan, hanya pekerja tetap saja yang mendapatkannya. Padahal pekerjaan yang dikerjakan tenaga kerja harian sama dengan pekerjaan yang dikerjakan pekerja tetap.

Dan masih menurut dia, apabila tenaga kerja harian diputuskan hubungan kerjanya atau mengalami masalah pada paru-parunya akibat pengolahan produksi, perusahaan tidak memberikan kompensasi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. (Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *