Type to search

Berbeda, MA Nyatakan Sah Panggilan Bekerja Saat Pemeriksaan Mediasi

Share

Surabaya | Tak seberuntung Aneulis, Fathurrohma dianggap mengundurkan diri setelah menolak tidak bekerja, karena panggilan kerja dari perusahaan yang berada di Jalan Tales V Nomor 10 Surabaya dilakukan saat proses mediasi di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan.

Fathurrohma menolak panggilan bekerja yang dilakukan oleh PT Mahakam Kencana Intan Padi tanggal 24 Oktober 2012 dan 1 Nopember 2012, karena dirinya telah diputuskan hubungan kerja sejak tanggal 18 Februari 2012 yang dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari perusahaan.

Namun, Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 81/G/2013/PHI.Sby., tanggal 9 Desember 2013, menolak gugatan Fathurrohma yang meminta dipekerjakan kembali.

Senada dengan PHI Surabaya, Mahkamah Agung dalam putusan Nomor 269 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 6 Agustus 2014, juga menolak permohonan kasasi dari Fathurrohma yang dianggap telah tidak melaksanakan tugasnya walaupun telah dipanggil untuk bekerja sebanyak 2 (dua) kali secara berturut-turut.

Peristiwa yang dialami Fathurrohma juga pernah dialami Aneulis, meskipun PHI Bandung dalam perkara Nomor 12/G/2013/PHI/PN.Bdg tanggal 24 Juni 2013, menyatakan Aneulis mengundurkan diri. Tetapi, Mahkamah Agung menerima permohonan kasasi Aneulis yang tidak mengindahkan panggilan bekerja dari tempatnya bekerja di CV Harapan Jaya Utama.

Mahkamah Agung tidak sependapat dengan PHI Bandung yang telah salah dalam memberi pertimbangan terhadap bukti-bukti pemanggilan kepada Penggugat yang dilakukan oleh Tergugat setelah gugatan perkara berjalan. Sehingga menurut Mahkamah Agung, pemutusan hubungan kerja terhadap Aneulis tidak memenuhi ketentuan Pasal 168 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, demikian amar pertimbangan hukum Putusan Mahkamah Agung Nomor 75 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 27 Maret 2014. (Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *