Selasa, 12 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
39

Dianggap Beraliran ISIS, Buruh Bekasi Disuruh Mundur Dari PPMI

Bekasi | Beberapa pengurus serikat pekerja Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) yang bekerja di PT Metindo Erasakti, diminta oleh para supervisor perusahaan tersebut untuk mundur dari keanggotaan PPMI, karena dianggap beraliran ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria).

Tuduhan dan tindakan para supervisor perusahaan yang terletak di Jl. Raya Narogong Km. 12,5, Bantargebang, Kota Bekasi, memaksa para buruh Bekasi tersebut melapor ke Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, karena dianggap telah menghalang-halangi pekerja untuk berserikat, yang diatur dalam ketentuan Pasal 28 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Sebelumnya, PT Metindo juga telah memutuskan hubungan kerja Eko Prasetyo, salah satu pekerja yang menjadi pengurus PPMI di perusahaan pembuat komponen otomotif, yang merupakan rekanan kerja dari PT Astra Daihatsu Motor, perusahaan kendaraan terkemuka.

Eko diputuskan hubungan kerja sejak tanggal 11 Desember 2014, lantaran dirinya menolak untuk keluar dari serikat pekerja PPMI. Pada saat itu, Eko diberikan pilihan serikat lain oleh perwakilan Direksi perusahaan selain serikat pekerja PPMI, yaitu serikat pekerja Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI).

Namun Eko menolak, dan tetap memilih serikat pekerja PPMI, karena menurutnya itu merupakan hak kebebasan berserikat yang dijamin oleh undang-undang. Selain itu, Eko juga menilai, jika serikat pekerja PPMI beraliran ISIS, tentu serikat pekerja PPMI telah dibubarkan oleh Pemerintah. Tetapi pada kenyataannya, PPMI masih terus berjuang untuk buruh. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of