Kamis, 18 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
0

Diusir Lalu Dianggap Mengundurkan Diri, MA Menangkan Gugatan Pesangon

Surabaya | Nasib Wardi lagi tak beruntung, saat dirinya sedang melakukan pekerjaan dirumah pribadi pimpinan PT Surya Sentral Diaroma pada tanggl 16 Juli 2012, Wardi diusir dengan kata-kata kasar.

Wardi yang memang kesehariannya, selain bekerja di PT Surya Sentral Diaroma yang berada di Jalan Raya Bukit Lontar Timur, Ruko Galeri Bukit Indah Blok RK 3/38 Surabaya, juga bekerja dirumah pribadi pimpinan perusahaan.

Pada tanggal 3 Agustus 2012, Wardi mempertanyakan kelanjutan hubungan kerjanya, akan tetapi bukan kembali dipekerjakan, Wardi diberikan uang renungan menurut perusahaan untuk memikirkan kelanjutan hubungan kerja sebesar Rp.4 juta.

Perlakuan pimpinan perusahaan yang selama ini dialaminya, membuat Wardi memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kerja dan mengembalikan uang renungan yang diberikan perusahaan, serta meminta uang pesangon.

Permintaan Wardi ditolak oleh perusahaan, karena Wardi telah tidak bekerja sejak tanggal 17 Juli 2012. Sehingga menurut perusahaan, Wardi sudah dianggap mengundurkan diri dari PT Surya Sentral Diaroma.

Tak terima dianggap telah mengundurkan diri, Wardi mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam amar putusan Nomor 33/G/2013/PHI.Sby, tanggal 18 September 2013, PHI Surabaya menolak gugatan Wardi, karena Wardi dianggap telah sah tidak masuk bekerja (mangkir) selama lebih dari 5 (lima) hari berturut-turut sejak tanggal 17 Juli 2012.

Karena tuntutannya atas uang kompensasi pesangon sebesar Rp.75,3 juta ditolak oleh PHI Surabaya, Wardi-pun mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 01 Oktober 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 66/Akta.Ks/2013/PHI.SBY Jo Nomor 33/G/2013/PHI.Sby yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 11 Oktober 2013.

Setelah mempertimbangkan permohonan kasasi dari Wardi, Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 7 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 20 Februari 2014, memberi pertimbangan hukum, bahwa tidak masuknya Wardi untuk bekerja sejak tanggal 17 Juli 2012 hingga tanggal 28 Juli 2012 tanpa adanya panggilan untuk bekerja secara patut dari PT Surya Sentral Diaroma, sehingga pemutusan hubungan kerja terhadap Wardi tidak dapat menggunakan dasar hukum ketentuan Pasal 168 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Menurut Mahkamah Agung, terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari Wardi, dan membatalkan Putusan PHI Surabaya Nomor 33/G/2013/PHI.Sby, tanggal 18 September 2013, serta menghukum PT Surya Sentral Diaroma untuk membayar uang kompensasi pesangon kepada Wardi sebesar Rp.34 juta. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of