Type to search

Lagi, Tanpa Tuntutan Pernyataan PHK, Gugatan Tidak Diterima

Share

Surabaya | Merumuskan petitum (tuntutan) dalam surat gugatan ternyata tidak mudah dan harus hati-hati, karena kekeliruannya dapat menjadi gugatan tidak dapat diterima.

Setelah Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 400 K/Pdt.Sus-PHI/2013, menyatakan tidak menerima gugatan Muslih selaku pekerja CV Sinar Mutiara, Mahkamah Agung kembali menyatakan tidak menerima gugatan Moch. Agus.

Dalam putusan Nomor 499 K/Pdt.Sus-PHI/2013, Mahkamah Agung menyatakan posita dalam surat gugatan Moch. Agus bertentangan dan tidak menjelaskan dasar hukumnya, serta petitum gugatanpun tidak jelas apa yang diminta.

Dengan demikian, Mahkamah Agung berpendapat, bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 05/G/2013/ PHI.Sby., tanggal 15 Mei 2013, yang menyatakan gugatan Moch. Agus menjadi kabur (obscuur libel) telah tepat.

Moch. Agus dalam surat gugatannya hanya menuntut PT Silkargo Indonesia untuk membayar uang kompensasi pesangon sebesar Rp.44 juta, tetapi tidak meminta PHI Surabaya untuk menyatakan putus hubungan kerja, sebagai dasar penetapan besaran kompensasi pesangon.

Posita atau juga umum disebut sebagai fundamentum petendi merupakan uraian tentang kejadian atau peristiwa (factual grounds), dan uraian tentang hukum (legal grounds) dalam surat gugatan, yang akan menjadi dasar sebuah atau beberapa petitum (tuntutan), diantaranya dapat menjadi tuntutan primer (primary clain) sebagai tuntutan pokok dan tuntutan subsider (subsidiary clain) sebagai tuntutan pengganti.

Kekeliruan atau tidak ada kaitannya antara posita dengan petitum, dapat mengakibatkan gugatan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). Sehingga, si-penggugat dapat mengajukan gugatan ulang atau juga dapat mengajukan permohonan kasasi. (Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *