Type to search

Lupa Nuntut Biaya Melahirkan, Dianggap Melepaskan Hak

Share

Pontianak | Suatu perkara yang tidak diajukan atau lupa memasukkan perkara tersebut ke dalam sebuah tuntutan yang telah disepakati dan ditanda-tangani menjadi Perjanjian Bersama, menurut Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pontianak, sama saja dengan tidak menuntut dan telah melepaskan haknya.

Demikian amar pendapat hukum, PHI Pontianak Nomor 42/G/2013/PHI.PN.Ptk tanggal 23 Desember 2013, yang menolak gugatan Rita Yulianti terhadap PT Hilton Duta Lestari yang beralamat di Danau Sentarum Gang H Rademan, Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Kota Pontianak.

Rita menuntut pembayaran penggantian biaya melahirkan dirinya yang melalui operasi caesaria pada tanggal 3 Juli 2012 sebesar Rp.33 juta. Namun, tuntutan Rita tidak dapat dipertimbangkan oleh perusahaan tempatnya bekerja, karena sejak tanggal 2 Mei 2012 telah mengundurkan diri dari perusahaan.

Selain itu menurut perusahaan, pada tanggal 21 September 2012, Rita juga telah menerima pembayaran uang kompensasi pesangon yang besarnya Rp.16,5 juta, sebagai realisasi dari Perjanjian Bersama yang telah ditanda-tangani oleh kedua belah pihak.

Dengan alasan lupa mengajukan tuntutan penggantian biaya melahirkan, Rita-pun mendaftarkan gugatan ke PHI Pontianak. Namun, PHI Pontianak tidak dapat mengabulkan gugatan Rita.

Meskipun Rita mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan PHI Pontianak yang menolak gugatannya. Tetapi Mahkamah Agung, dalam putusan Nomor 281 K/Pdt.Sus-PHI.2014 tanggal 26 Juni 2014, justru menguatkan Putusan PHI Pontianak yang menolak gugatan Rita karena telah menanda-tangani Perjanjian Bersama. (Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *