Type to search

Mahkamah Agung Batalkan PHK Ketua Serikat Pekerja

Share

Padang Pariaman | Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 97 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 27 Maret 2014, membatalkan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Padang Nomor 18/G/2013/PHI-Pdg tanggal 17 September 2013, yang menyatakan pemutusan hubungan kerja terhadap Beni Efendi sah menurut hukum.

Mahkamah Agung menilai, pemutusan hubungan kerja terhadap Beni Efendi yang juga sekaligus Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SP RTMM SPSI) PT Bumi Sarimas Indonesia, hanya semata-mata berdasarkan Surat Peringatan, tanpa mempertimbangkan apakah ada kaitannya dengan kegiatan Beni Efendi sebagai pengurus serikat pekerja.

Beni Efendi diputuskan hubungan kerja oleh PT Bumi Sarimas Indonesia terhitung sejak tanggal 7 Maret 2013, karena telah diberikan Surat Peringatan I tanggal 21 Februari 2013, Surat Peringatan II tanggal 25 Februari 2013 dan Surat Peringatan III tanggal 28 Februari 2013.

Keseluruhan alasan pemberian Surat Peringatan oleh perusahaan yang berkedudukan di Jalan Lintas Padang – Bukittinggi KM 21, Duku, Kabupaten Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat tersebut, adalah karena Beni diduga tidak patuh terhadap instruksi pelaksanaan waktu kerja.

Beni beralasan, bahwa dirinya telah mengajukan keberatan atas penempatan pada pekerjaan di shift II, yang dimulai dari jam 15.00 Wib sampai dengan jam 23.00 Wib, karena kondisi penglihatan Beni yang kabur saat mengendarai sepeda motor pada malam hari, sehingga pernah terjatuh sebanyak 2 (dua) kali.

Namun, PT Bumi Sarimas Indonesia tidak mengabulkan keberatan Beni yang bekerja sejak Januari 1999 sebagai Supervisor Departemen Ware House. Beni dianggap telah tidak taat terhadap perintah kerja yang ditugaskan kepadanya, sehingga diberikan Surat Peringatan berturut-turut sampai dengan Surat Pemutusan Hubungan kerja tanggal 7 Maret 2013.

Tak terima dibilang tidak patuh terhadap perintah pelaksanaan waktu kerja, Beni yang aktif dalam kerja-kerja keserikat pekerjaan menduga adanya upaya perusahaan untuk mencari-cari alasan pemutusan hubungan kerjanya, yaitu dengan cara memberikan peringatan berturut-turut hingga berujung pada putusnya hubungan kerja.

Akan tetapi, upaya Beni menyakinkan Hakim PHI Padang tidak berhasil. Gugatan PT Bumi Sarimas Indonesia terhadap permohonan pemutusan hubungan kerja melawan Beni Efendi dikabulkan terhitung sejak tanggal 17 September 2013.

Merasa diperlakukan tidak adil, kemudian Beni mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 30 September 2013 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 05/Ka/2013/PHI.Pdg, yang disertai dengan memori kasasi tanggal 11 Oktober 2013.

Menurut Mahkamah Agung, ditemukan fakta hukum bahwa selain Beni Efendi ternyata perusahaan juga telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap beberapa pengurus serikat pekerja yang lain. Sehingga, pengakhiran hubungan kerja terhadap Beni sangat erat kaitannya dengan upaya untuk menghalangi pekerja menjalankan kegiatan keserikat pekerjaan.

Atas pertimbangan demikian, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi dari Beni Efendi, dan menjatuhkan amar putusan berupa perintah kepada PT Bumi Sarimas Indonesia untuk mempekerjakam kembali Beni Efendi ditempat semula. (Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *