Rabu, 13 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
295

Menanda-tangani Verklaaring, Berakibat PHK Tanpa Pesangon

Jakarta Utara | Surat Keterangan Pengalaman Kerja atau Verklaaring, berdasarkan fungsinya hanya diperuntukkan dan diserahkan kepada pekerja yang telah berakhir hubungan kerjanya, berdasarkan kesepakatan untuk menerangkan pengalaman kerja pada bidang kerja sesuai pengalamannya, dan jangka waktu kerjanya sampai dengan berakhirnya masa kerjanya.

Dengan membubuhkan tanda-tangan dalam verklaaring, dianggap oleh Mahkamah Agung, bahwa si-Pekerja telah menerima Surat Keterangan yang menerangkan hubungan kerja antara Ismail, dkk (3 orang) dengan PT United Engieneers Indonesia telah berakhir, demikian pendapat hukum atas Putusan dalam perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja Nomor 350 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 7 Agustus 2014.

“Bahwa para Penggugat terbukti telah menerima surat keterangan kerja (verklaaring) yang diterbitkan oleh Tergugat yang menerangkan bahwa hubungan kerja para Penggugat dengan Tergugat berakhir sampai dengan tanggal 30 April 2013, surat tersebut juga telah ditandatangani oleh para Penggugat, dengan demikian sejak tanggal 30 April 2013 hubungan kerja telah berakhir/putus”, papar Dr Zahrul Rabain, SH., MH selaku Ketua Majelis Hakim Kasasi pada Mahkamah Agung.

Putusan Mahkamah Agung tersebut, sependapat dengan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta Pusat Nomor 183/PHI.G/2013/PN.Jkt.Pst tanggal 24 Februari 2014, yang menolak tuntutan Ismail, Azhari dan Kurnia sebesar Rp.77 juta terhadap PT United Engieneers Indonesia yang berlokasi di Jl. Raya Cakung Cilincing KM.4, Jakarta Utara. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of