Type to search

Mengajukan Kasasi Tanpa Memori, MA Nyatakan Tidak Dapat Diterima

Share

Samarinda | Permohonan kasasi wajib disertai memori kasasi yang memuat alasan-alasannya, demikian maksud dari ketentuan Pasal 47 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 Tahun 1985 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2009.

Anto mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 2 Agustus 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Pernyataan Permohonan Kasasi Nomor 08/ Kas/G/2013/PHI.Smda. jo. Nomor 12/G/2013/PHI.Smda. Namun, Anto tidak menyerahkan memori yang memuat hal apa saja yang membuat dirinya mengajukan kasasi.

Karena tidak menyerahkan memori kasasi, Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 88 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 27 Maret 2014, menyatakan permohonan kasasi Anto tidak dapat diterima.

Pengajuan kasasi oleh Anto, karena dirinya keberatan dengan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Samarinda Nomor 12/G/2013/PHI. Smda, tanggal 23 Juli 2013,  yang hanya mengabulkan tuntutannya sebesar Rp.12,7 juta dari Rp.45,7 juta.

Anto diakhiri hubungan kerjanya sejak tanggal 2 November 2012 oleh PT Yustika Utama Energi yang beralamat di Jalan Sultan Alimudin No. 01 RT. 31 Samarinda, Kalimantan Timur, dengan alasan masa perjanjian kontrak (perjanjian kerja waktu tertentu)-nya telah berakhir.

Sedangkan menurut Anto yang telah bekerja sejak tanggal 2 November 2009 sebagai foreman pada perusahaan tambang batu bara tersebut, sudah tidak lagi pernah menandatangani perjanjian kontrak sejak bulan Agustus 2010. Sehingga, Anto beranggapan status hubungan kerjanya telah berubah, dari pekerja kontrak hingga pekerja tetap. (Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *