Type to search

Pengusaha Meninggal Dunia, Hubungan Kerja Tetap Berlanjut

Share

Padang | Dengan alasan pemilik usaha telah meninggal dunia sejak tanggal 28 Maret 2011, ahli warisnya enggan bertanggung jawab terhadap akibat hukum yang timbul dari hubungan kerja yang pernah diperjanjikan saat ayahnya masih hidup dan mengelola usaha.

Hafnelson Ilyas terpaksa mengajukan surat gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Padang, terhadap Pemilik Toko Buku “Andesko”, yang berada di Jalan Azizi Pola Mas I Blok J Nomor 3 Rt006, Rw001, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Dalam gugatannya, Hafnelson yang telah bekerja sejak 15 Juli 1987, mendalilkan dirinya diputuskan hubungan kerja secara sepihak terhitung sejak tanggal 19 Maret 2013, oleh Risman Anis selaku anak dan juga ahli waris dari Pemilik Toko Buku “Andesko”, yaitu H Anis Sutan Pamenan.

Atas pemutusan hubungan kerja tersebut, Hafnelson mengajukan keberatan karena tidak diberikan hak-haknya yaitu berupa uang kompensasi pesangon. Sehingga Hafnelson menuntut Risman Anis selaku salah satu ahli waris dari Pemilik Toko Buku “Andesko” yang seluruhnya berjumlah Rp.123 juta.

Risman Anis tak terima dengan gugatan yang diajukan hanya kepadanya. Menurut Risman, ahli waris dari ayahnya bukan hanya dirinya, tetapi juga ada 7 (tujuh) anak lainnya. Sehingga Risman menganggap surat gugatan Hafnelson error in persona (keliru subjek yang digugat).

Dan seharusnya Hafnelson menarik anak-anak dari ayahnya yang lain sebagai Turut Tergugat, agar gugatannya tidak dianggap kurang pihak (plurium litis consortium). Atas kedua hal tersebut, Risman Anis meminta Majelis Hakim PHI Padang menyatakan gugatan Hafnelson Ilyas tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard).

Namun, PHI Padang tidak dapat mempertimbangkan kedua alasan Risman, yang dalam amar putusan Nomor 21/G/2013/PHI.Pdg tanggal 15 November 2013, PHI Padang menghukum Risman Anis sebagai ahli waris dari Pemilik Toko Buku “Andesko”, untuk membayar uang kompensasi pesangon 2 (dua) kali ketentuan undang-undang, sebesar Rp.80,5 juta.

Tak puas dengan putusan PHI Padang, Risman mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 28 November 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Kasasi Nomor 07/K/2013/PHI.PDG. yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 11 Desember 2013.

Dalam memori kasasinya, Risman Anis beralasan bahwa akibat hukum yang timbul dari hubungan kerja Hafnelson saat dengan ayahnya, tidak otomatis menjadi tanggung jawab dirinya.

Menurut Mahkamah Agung, gugatan Hafnelson terhadap Risman Anis yang kini mengelola dan bertanggung jawab atas Toko Buku “Andesko” setelah ayahnya meninggal, telah tepat dan berdasarkan ketentuan Pasal 61 ayat (2) Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Perjanjian kerja tidak berakhir karena meninggalnya pengusaha atau beralihnya hak atas perusahaan yang disebabkan penjualan, pewarisan, atau hibah”.

Atas hal yang demikian, Mahkamah Agung dalam putusan kasasinya Nomor 150 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 6 Mei 2014, Majelis Hakim Kasasi yang diketuai oleh Dr H Imam Soebechi SH, MH, menolak permohonan kasasi dari Risman Anis selaku Pemilik Toko Buku “Andesko”. (Ys)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *