Jumat, 20 September 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
22

Peringati Hari Buruh Migran, Pekerja Migran Adakan Pelatihan Jurnalistik

Jakarta | Kurang dan terbatasnya informasi pekerja luar negeri (migran) yang berasal dari Indonesia dinegara penempatan, membuat keseriusan pemerintah dalam melindungi warganegara yang memberikan devisa menjadi lemah dan nyaris tidak ada.

Tindakan pemerintah mulai muncul, seketika ada pemberitaan di media sosial yang mem-bully kejadian yang dialami oleh pekerja migran di luar negeri, bahkan Pemerintah berusaha semaksimal mungkin menjadi “pahlawan kesiangan” untuk menuntaskan persoalan yang terjadi, agar dianggap telah serius memperhatikan pekerja migran.

Hal tersebut dituturkan oleh Imam Syafi’i, Juru Bicara Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri (FSPILN) kepada buruhonline.com di kantornya pada bilangan Tebet, Jakarta Selatan.

Imam merasa penting mengadakan pelatihan jurnalistik kepada beberapa pekerja migran yang tergabung dalam FSPILN, agar mereka bisa memberikan informasi terbaru atas kejadian yang terjadi dinegara penempatan. Sehingga informasi tersebut, dapat diteruskan oleh FSPILN ke lembaga-lembaga penempatan tenagakerja terkait, seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, serta Kementerian Luar Negeri.

“Selama ini, kejahatan terhadap pekerja migran tidak banyak terpublikasikan, karena kurangnya pemahaman jurnalistik”, papar Imam, Rabu (17/12).

Rencananya, FSPILN akan mengadakan pelatihan jurnalistik bersama buruhonline.com pada hari Minggu, 21 Desember 2014, sekaligus membentuk “Serikat Pekerja Indonesia Luar Negeri (SPILN)”, yang renananya akan segera dicatatkan menjadi serikat pekerja. (Hz)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of