Type to search

Satu Pemilik Dengan Nama PT Berbeda, Gugatan Jadi Kurang Pihak

Share

Surabaya | Eksekusi terhadap seluruh sarana dan prasarana PT Tanjung Mahligai Abadi oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Sidoarjo pada tanggal 5 Juli 2012, atas permohonan PT Bangun Anugerah Persada mengakibatkan hubungan kerja Puji Krismiko selaku salah satu dari pekerja PT Tanjung Mahligai Abadi beralih menjadi dengan PT Bangun Anugerah Persada.

Hal tersebut, menurut Puji dibuktikan dengan adanya Surat Perintah Kerja Nomor 002/EXT-BAP/VII/2012, sebagaimana terurai dalam surat gugatan yang dirinya ajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Surabaya.

Puji terpaksa menggugat PT Bangun Anugerah Persada, lantaran dirinya dinyatakan putus hubungan kerja belum waktunya oleh Pimpinan Perusahaan PT Bangun Anugerah Persada yaitu Robert Halim pada tanggal 2 Januari 2013, yang juga sebagai Pemilik PT Tanjung Mahligai Abadi.

Namun, PT Bangun Anugerah Persada menganggap hubungan kerja Puji Krismiko adalah dengan PT Tanjung Mahligai Abadi, berdasarkan surat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu yang dibuat dan ditanda-tangani oleh keduanya yang berlaku selama 2 (dua) tahun, yaitu sejak tanggal 6 Desember 2011 sampai dengan 6 Desember 2013.

Disebabkan Puji tidak turut mendudukkan PT Tanjung Mahligai Abadi sebagai Tergugat, melainkan hanya PT Bangun Anugerah Persada, maka berdasarkan Putusan PHI Surabaya Nomor 122/G/2013/PHI.Sby tanggal 27 Januari 2014, gugatan Puji Krismiko dinyatakan tidak dapat diterima karena gugatan kurang pihak.

Meskipun terhadap gugatan dinyatakan tidak dapat diterima dapat mengajukan kembali gugatan baru dengan memperbaiki letak kekeliruannya, Puji malah mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 14 Februari 2014, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 06/Akta.Ks/2014/PHI.Sby jo Nomor 122/G/2013/PHI.Sby yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 26 Februari 2014.

Namun Mahkamah Agung berpendapat, bahwa berkaitan dengan gugatan yang diajukan, seharusnya untuk memperjelas permasalahan maka PT. Tanjung Mahligai Abadi dijadikan sebagai salah satu Tergugat, karena apa yang dimaksud pihak pekerja dalam gugatannya menyangkut keberadaan PT. Tanjung Mahligai Abadi yang tidak ditarik sebagai pihak.

Sehingga, selanjutnya Mahkamah Agung dalam putusannya Nomor 347 K/Pdt.Sus-PHI/2014 tanggal 25 Agustus 2014, berkesimpulan bahwa oleh karena PT. Tanjung Mahligai Abadi tidak ditarik sebagai Turut Tergugat, maka gugatan Puji Krismiko telah sewajarnya dinyatakan tidak dapat diterima. (Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *