Rabu, 17 Juli 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
2

Tanpa Tuntutan Pernyataan Putus Hubungan Kerja, Gugatan Tidak Diterima

Serang | Posita atau juga umum disebut sebagai fundamentum petendi merupakan uraian tentang kejadian atau peristiwa (factual grounds), dan uraian tentang hukum (legal grounds) dalam surat gugatan, yang akan menjadi dasar sebuah atau beberapa petitum (tuntutan), diantaranya dapat menjadi tuntutan primer (primary clain) sebagai tuntutan pokok dan tuntutan subsider (subsidiary clain) sebagai tuntutan pengganti.

Kekeliruan atau tidak ada kaitannya antara posita dengan petitum, dapat mengakibatkan gugatan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke verklaard). Sehingga, si-penggugat dapat mengajukan gugatan ulang atau juga dapat mengajukan permohonan kasasi.

Seperti perkara yang dialami oleh Muslih, pekerja CV Sinar Mutiara yang mengajukan gugatan pemutusan hubungan kerja, karena tidak lagi diperbolehkan masuk bekerja pada tanggal 21 Juni 2011, setelah diskorsing sejak tanggal 17 – 20 Juni 2011.

Muslih diskorsing lantaran berkata-kata tidak sopan terhadap atasannya, sehingga perusahaan yang berada di Jl. Ki Hajar Dewantara No. 80, Gondrong, Cipondoh, Tangerang menjatuhkan skorsing dan pemutusan hubungan kerja terhadap Muslih.

Tak terima dengan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan, Muslih melalui 5 orang kuasa hukumnya dari kantor Hukum YAR Lawfirm mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Serang, setelah proses mediasi tidak menemukan kata sepakat.

Muslih mengajukan tuntutan pembayaran uang kompensasi pesangon sebesar Rp.39,7 juta, dan dijatuhkannya sita jaminan berupa sebidang tanah CV Sinar Mutiara. Namun, Muslih tidak mengajukan tuntutan putus hubungan kerja. Sehingga, PHI Serang dalam putusannya Nomor 55/PHI/G/2012/ PN-Srg. tanggal 15 Mei 2013, menyatakan gugatan Muslih tidak dapat diterima.

Terhadap putusan PHI Serang, Muslih mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 28 Mei 2013, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 06/Kas./PHI.G/2013/PN.Srg. yang diikuti dengan memori kasasi tanggal 10 Juni 2013.

Namun, Mahkamah Agung sependapat dengan PHI Serang. Dalam pertimbangan hukumnya yang termuat pada Putusan Nomor 400 K/Pdt.Sus-PHI/2013 tanggal 23 Mei 2014, Mahkamah Agung berpendapat, bahwa gugatan yang diajukan oleh Muslih tidak ada kaitannya dengan tuntutan yang diajukan, sehingga gugatan menjadi kabur. Terlebih, Muslih tidak mengajukan permintaan pernyataan putus hubungan kerja, sebagai dasar penetapan uang pesangon yang dimintanya. (Ys)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of