Type to search

Buruh Cimahi Persoalkan Perda Ketenagakerjaan

Share

Cimahi | Puluhan pimpinan serikat pekerja dari Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI 92), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI), mendatangi Gedung Pemerintah Kota Cimahi, Selasa (27/1) siang.

Kedatangan puluhan aktifis serikat pekerja tersebut, untuk menuntut Pemerintah Kota Cimahi merevisi kembali Peraturan Daerah Kota Cimahi Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di Kota Cimahi.

Namun, kedatangan mereka bukan disambut oleh Walikota, Itoc Tochija, tetapi hanya diterima oleh staff Pemkota Cimahi. “Tadinya kami ingin langsung bertemu dengan Ibu Walikota,  tapi lagi-lagi kami hanya diterima oleh stafnya”, ungkap Ketua SBSI 92, Asep Jamaludin kepada wartawan seusai audiensi.

Menurut Asep, dasar penolakan revisi perda ketenagakerjaan ini, karena belum mengakomodir kepentingan buruh, seperti perubahan jaminan kesehatan dari Jamsostek ke BPJS Kesehatan, hak pensiun buruh, tunjangan hari raya (THR) dan status pekerja alih daya. Selain itu, buruh yang berkepentingan atas kebijakan itu, justru tidak diajak memberikan pandangan dan masukan dalam pembuatan draft perda.

“Buruh sangat berkepentingan dengan Perda tersebut, tapi kami tidak dilibatkan. Setelah revisinya keluar hasilnya tidak memuaskan karena belum mengakomodir keinginan buruh. Untuk itu kami minta perda tersebut direvisi kembali”, tegas Asep. (Jm)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *