Type to search

Diputus Kontrak Sepihak, ABK Tuntut Gaji

Share

Jakarta | PT Wahana Samudera Indonesia dianggap tidak kooperatif dan kurang serius dalam upaya penyelesaian kasus terkait laporan pengaduan Didit Irfan Ardianto, Anak Buah Kapal (ABK) kepada Crisis Centre Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Didit mengaku telah diberangkatkan oleh perusahaan tersebut, dan dipulangkan oleh agent di Taiwan secara sepihak. Kepulangan Didit ke Indonesia justru menimbulkan keprihatinan, karena pihak PT Wahana Samudera Indonesia beralasan tidak mengetahui alasan pemulangannya.

“Saya berangkat pada tanggal 19 Juni 2014, gaji 300 USD perbulan dengan rincian terima gaji diatas kapal 50 USD ketika sandar dan 250 USD sebagai jaminan selama 6 bulan dan potongan 500 USD untuk kepengurusan dokumen”, ujar Didit.

Lanjut Didit, saya rugi, sudah tanda tangan kontrak kerja selama 2 tahun tapi kenapa baru kerja selama 6 bulan dipulangkan tanpa alasan yang jelas, dan pemberitahuan terlebih dahulu.

Berdasarkan laporan pengaduan di Crisis Centre BNP2TKI dengan nomor : ADU/201412/004064. Didit meminta BNP2TKI segera memanggil pihak perusahaan untuk datang ke BNP2TKI dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Mediasi pertama digelar pada hari Rabu (21/1) di Ruang Mediasi Crisis Centre BNP2TKI yang dihadiri oleh perwakilan perusahaan Rafli Junaidi, Didit Irfan Ardianto (korban), Melvin (petugas Mediator BNP2TKI), dan Imam Syafi’i (Pendamping Korban dari Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri), dengan hasil surat pernyataan yang menyatakan pihak perusahaan dengan sesungguhnya sanggup untuk menyelesaikan permasalahan ABK atas nama Didit Irfan Ardianto dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari.

Mediasi kedua digelar pada hari Jum’at (30/1) kemarin, dengan hasil yang menyatakan pihak perusahaan akan membantu mengurus masalah Deposito/Jaminan dengan mengkonfirmasi kepada agency di Taiwan selama masa kerja 6 bulan (1000 USD), dan akan dilanjutkan pada minggu yang akan datang. (Is)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *