Sabtu, 23 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
325

DPR Dengarkan Keluhan Lambannya Kasus ABK Trinidad dan Tobago

Jakarta | Sebanyak 203 orang Anak Buah Kapal (ABK) dari PT Karwel Multi Global, PT Bahana Samudra Atlantik, PT Rifano Jaya Sentosa, PT Wahana Samudra Indonesia, PT Lakemba Perkasa Bahari, dan PT Bersama Karya Persada, menyuarakan lambannya persoalan mereka ke Dewan perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (22/1) kemarin.

Para ABK menjelaskan, hingga kini upahnya selama 2-3 tahun belum dibayarkan, malah justru mereka ditelantarkan oleh keenam perusahaan tersebut selama 5 bulan di Trinidad and Tobago serta Abidjan.

Imam Syafi’i selaku Juru Bicara ABK yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri (FSPILN),  meminta bantuan kepada DPR, agar bisa mencari tahu kabar kapal Young Duck No. 03 di Abidjan, dan mendesak penjualan kapal tersebut untuk pelunasan gaji yang belum di bayar.

Dihadapan Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, perwakilan FSPILN Arab Saudi, Ali Abdurahman mengadukan masalah pelayanan KBRI dan KJRI, dan mengusulkan agar mereformasi kedua lembaga tersebut.

“Kerap terjadi pemerasan dari imigrasi, akibat pengaturan KTKLN yang simpang siur sampai sekarang. Dari presiden di hapus, akan tetapi masih ditanyakan ketika di imigrasi. Akibatnya ada TKI yang menjadi korban pemerasan di bandara”, papar Ali.

Atas kedua masukan tersebut, Irma akan menyurati Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), agar menyelesaikan permasalahan TKI ABK dan TKI arab Saudi, dan akan mengusulkan untuk mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan BNP2TKI. (Tk)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of