Senin, 18 November 2019 | Saatnya Buruh Cerdas
245

Enam ABK Dipulangkan, BNP2TKI Dituntut Bertanggung Jawab

Jakarta | Crisis Centre Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jum’at (23/1) siang, didatangi oleh 6 (enam) Anak Buah Kapal (ABK) yang didampingi Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri (FSPILN). Kedatangan mereka adalah untuk menuntut pertanggung jawaban BNP2TKI, guna menyelesaikan masalah keenam ABK tersebut.

Ilham Bunawi, Kamsuri, Mohamad Ibnu Anis, Lutfi Wijaya, Sujud Kurniawan, dan Sanusi adalah ABK yang diberangkatkan oleh PT Lakemba Perkasa Bahari. Keenam ABK tersebut, awalnya telah menandatangani Perjanjian Kerja dengan masa berlaku selama 2 (dua) tahun. Namun, baru bekerja selama 5-6 bulan, mereka di pulangkan oleh pihak perusahaan di Taiwan, dengan alasan yang tidak jelas dan mereka juga di paksa untuk menandatangani surat pernyataan pulang seolah-olah atas kemauan para ABK sendiri.

“Setibanya kami di Indonesia, kami justru di anggap Broken oleh pihak perusahaan Lakemba, dan parahnya selama 5-6 bulan kami bekerja hanya dibayar Rp.6 – 10 juta saja, tanpa rincian penjelasannya”, ujar Bunawi menceritakan masalahnya kepada buruhonline.com di Markas FSPILN Tebet.

“Padahal sudah jelas dalam perjanjian kerja yang telah di sepakati. Bahwa gaji kami 300 U$D untuk yang non pengalaman dan 400 U$D untuk yang sudah berpengalaman”, lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, menurut keenam ABK, BNP2TKI akan segera kembali memanggil pihak PT Lakemba Perkasa Bahari, untuk dimintai keterangan sebagai upaya penyelesaian yang akan dimediasikan oleh BNP2TKI. (Is)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of