Type to search

Genap 10 Tahun PHI, Buruh Beri Ucapan Judicial Review Pembubaran

Share

Jakarta | Rencananya sebanyak 500-an perwakilan buruh dari Karawang, Bogor, Indramayu, Cirebon dan Majalengka, akan memberikan ucapan ulang tahun yang kesepuluh kepada Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), dengan cara mendaftarkan permohonan “judicial review” keberadaan lembaga peradilan buruh itu ke Mahkamah Konstitusi, Rabu (14/1) siang nanti.

Para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Singaperbangsa (FSPS), mempersoalkan keberadaan dan sistem beracara melalui mekanisme gugat menggugat di PHI sebagai lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun /2004, berbeda dengan amanat Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Seperti yang pernah dituturkan kepada buruhonline.com, Minggu (11/1), Chaerul selaku Ketua Bidang Hukum dan HAM FSPS, mengkritik prosedur beracara di PHI. “UU 13/2003 sudah jelas mengatur penyelesaian sengketa ketenagakerjaan melalui permohonan, bukan gugatan”, papar Chaerul.

Hal senada juga telah disampaikan oleh Agus Humaedi Abdilah, Ketua Umum FSPS kepada buruhonline.com, Sabtu (10/1) sore. PHI yang dibentuk berdasarkan UU 2/2004 itu, hakikatnya adalah amanat ketentuan Pasal 136 ayat (2) UU 13/2003. Akan tetapi, sistem beracara dalam UU PPHI tidak seperti yang diamanatkan oleh UU Ketenagakerjaan.

Agus menilai, buruh yang keberadaannya lebih lemah dibandingkan dengan pengusaha, dipaksa untuk mampu menguasai hukum acara terkait gugat menggugat, membuat replik dan lain sebagainya. Contohnya, apabila ada buruh yang diputuskan hubungan kerjanya dan dimenangkan dalam anjuran Dinas Tenaga Kerja, akan tetapi pengusaha tidak mau mengajukan gugatan ke PHI, maka buruh tersebut harus menggugat pengusaha. Ketika menggugat, karena surat gugatan tidak benar dalam menyusunnya akibat kekurang-mampuan si buruh tersebut, kemudian gugatannya dinyatakan tidak dapat diterima oleh Hakim PHI, bahkan tidak jarang pula yang gugatannya ditolak karena kurangnya bukti yang dimiliki buruh itu sendiri, jelas Agus. (Hz)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *